RELUNG.ID – Upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda terus dilakukan Pemerintah Kota Pagar Alam.
Salah satunya melalui pemanfaatan kawasan Taman Apung sebagai lokasi usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya anak muda.
Program yang digagas Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Tenaga Kerja Kota Pagar Alam tersebut mendapat respons positif.
Kawasan Taman Apung yang sebelumnya dinilai kurang tertata kini mulai dipenuhi puluhan lapak usaha yang menawarkan beragam produk, mulai dari makanan dan minuman hingga produk industri kreatif.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kota Pagar Alam, Ahmad Ali Ramadan, mengatakan gagasan tersebut berawal dari keinginan untuk menata kawasan Taman Apung sekaligus menjadikannya ruang produktif bagi generasi muda.
Menurutnya, kawasan yang memiliki potensi sebagai destinasi wisata tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal agar tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Dari situ kemudian muncul gagasan untuk lebih memperindah kawasan wisata itu dengan memberikan kesempatan kepada anak muda Kota Pagar Alam memanfaatkan ruang terbuka di lokasi tersebut untuk berjualan,” kata Ahmad Ali Ramadan, yang akrab disapa Dadan, Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan, pada tahap awal pihaknya mengajak anak muda yang telah menjalankan usaha, tetapi masih berjualan di pinggir jalan atau menggunakan lapak kaki lima, untuk berpindah ke kawasan Taman Apung.
Mereka kemudian didorong mengajak rekan-rekan lainnya, baik yang sudah memiliki usaha maupun yang baru ingin memulai bisnis, agar ikut memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat mengembangkan usaha.
Langkah ini secara bertahap mendapat sambutan dari kalangan anak muda. Hingga kini, lebih dari 50 lapak telah berdiri dan menawarkan berbagai produk kepada pengunjung.
“Alhamdulillah, saat ini sudah lebih dari 50 lapak yang menjual berbagai produk, mulai makanan dan minuman hingga produk kreatif lainnya,” ujarnya.
Untuk menunjang aktivitas para pedagang, pemerintah juga menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, seperti penerangan agar kegiatan jual beli dapat berlangsung hingga malam hari, area parkir, serta fasilitas sanitasi umum.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung, sekaligus menjadikan kawasan Taman Apung lebih tertata.
Dadan menegaskan, program ini tidak sekadar bertujuan mempercantik kawasan wisata, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi generasi muda melalui kegiatan usaha produktif.
Dengan memiliki usaha sendiri, anak muda diharapkan dapat memperoleh penghasilan sekaligus mengembangkan kemampuan berwirausaha. Di sisi lain, penataan lokasi berjualan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kota yang lebih rapi dan menarik.
“Dengan begitu, generasi muda kita bisa punya penghasilan sendiri sekaligus kawasan kota jadi lebih rapi dan indah,” pungkasnya. (TFK)

