RELUNG.ID- Foto Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang disebut berada di Singapura viral di media sosial. Keberadaan Rudy di luar negeri menjadi sorotan karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, termasuk Samarinda.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Ririn Sari Dewi, menjelaskan Rudy berada di Singapura untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Ya, Bapak itu kan dapat izin kemarin dari Pak Mendagri untuk check up kesehatan. Alasan kesehatan sih,” ujar Ririn saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).
Foto yang beredar tersebut diunggah oleh sebuah akun Threads. Hingga Selasa (13/10/2026), unggahan itu telah mengumpulkan sekitar 10.500 tanda suka, 1.000 komentar, 1.900 repost, dan 1.400 kali dibagikan.
Sejumlah komentar warganet menyoroti keberadaan Rudy di luar negeri ketika kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kaltim.
Ririn mengatakan, Rudy berangkat ke Singapura pada Sabtu (10/10/2026). Namun, ia belum menjelaskan lokasi rumah sakit tempat gubernur menjalani pemeriksaan maupun jenis pemeriksaan kesehatan yang dilakukan.
Ia menegaskan, perjalanan tersebut telah mendapatkan izin dari pemerintah pusat.
Ririn juga memastikan agenda pemeriksaan kesehatan itu berlangsung singkat. Rudy disebut telah kembali ke Kalimantan Timur pada Selasa (13/10/2026).
“Enggak, check up kesehatan aja, Bapak,” katanya.
Meski demikian, Diskominfo Kaltim belum memerinci agenda pemerintahan Rudy setelah kembali ke daerah.
Di sisi lain, kabut asap akibat karhutla masih dirasakan warga Samarinda. Pantauan Kompas.com di kawasan Sempaja dan sekitarnya pada Selasa (13/10/2026) menunjukkan kabut asap masih terlihat.
Zumaira (37), warga Sempaja Utara, mengatakan dirinya terbiasa mengenakan masker setiap kali beraktivitas di luar rumah karena asap yang dirasakannya semakin tebal.
“Habis dari pasar tadi, beli beberapa belanjaan, ya untuk kebutuhan di rumah. Pakai masker karena asap, iya asap karhutla, jadi pakai setiap hari,” kata Zumaira.
Kondisi tersebut membuat warga harus meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama untuk mengurangi paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan.[YKP]

