RELUNG.ID – Penjualan komputer pribadi (personal computer/PC) global mengalami penurunan signifikan pada kuartal III 2026.
Berdasarkan laporan Counterpoint Research, total pengiriman PC di seluruh dunia mencapai sekitar 57 juta unit selama periode Juli hingga September, atau turun 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut terjadi di tengah meningkatnya biaya komponen, terutama chip memori DRAM dan NAND. Kenaikan harga komponen ini mendorong biaya produksi perangkat menjadi lebih tinggi dan berpotensi membuat harga laptop semakin mahal bagi konsumen.
Kondisi tersebut turut menekan permintaan pasar. Sejumlah konsumen dilaporkan menunda pembelian maupun penggantian perangkat, sehingga berdampak pada kinerja pengiriman berbagai merek PC utama.
Dari sisi pangsa pasar, Lenovo masih mempertahankan posisi teratas sebagai produsen PC dengan pengiriman terbesar di dunia. Perusahaan asal China tersebut mencatatkan pengiriman sekitar 15 juta unit dengan pangsa pasar mencapai 26,3 persen.
HP menempati posisi kedua dengan pengiriman sekitar 10,3 juta unit dan pangsa pasar 18,1 persen. Sementara itu, Dell berada di urutan ketiga dengan pengiriman sebanyak 7,6 juta unit atau menguasai 13,3 persen pasar PC global.
Di tengah pelemahan pasar, Apple dan Asus mencatatkan perkembangan positif dari sisi pangsa pasar.
Apple menguasai 9,8 persen pasar PC global dengan pengiriman sekitar 5,6 juta unit. Meski demikian, jumlah tersebut masih turun 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Permintaan terhadap MacBook Neo disebut menjadi salah satu faktor yang menopang kinerja Apple di tengah kondisi pasar yang melemah.
Asus juga mencatatkan peningkatan pangsa pasar menjadi 9,6 persen, dengan pengiriman sekitar 5,2 juta unit. Jumlah tersebut meningkat 19,4 persen dibandingkan kuartal II 2026.
Prospek pasar PC global diperkirakan masih menghadapi tantangan pada kuartal IV 2026. Tekanan biaya komponen dan melemahnya permintaan konsumen berpotensi membuat pengiriman kembali mengalami penurunan.
Analis Counterpoint Research memperkirakan pasar PC dapat terkontraksi hingga 27 persen pada akhir 2026. Sementara itu, pertumbuhan pasar pada 2027 diproyeksikan cenderung stagnan.
Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa industri PC masih harus menghadapi tekanan biaya produksi dan daya beli konsumen. Produsen pun dituntut menyesuaikan strategi harga serta menghadirkan produk yang tetap kompetitif di tengah kondisi pasar yang belum menunjukkan pemulihan berarti. (LWM)

