RELUNG.ID- Pemerintah mengklaim tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia mencapai level terendah sejak 1994. Meski demikian, jumlah pengangguran secara nasional masih tercatat sebanyak 7,22 juta orang per Mei 2026.
Data tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Sidang Kabinet Paripurna Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Airlangga menjelaskan, TPT Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,65 persen. Angka tersebut diklaim sebagai yang terendah dalam lebih dari tiga dekade terakhir.
Selain kondisi ketenagakerjaan, Airlangga melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen pada semester I 2026.
“Ekonomi dan stabilitas sektor riil ini ekonomi kita terus tumbuh di atas 5 persen, yaitu 5,45 persen,” ujar Airlangga.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di atas rata-rata global yang berkisar 3 persen. Capaian tersebut juga diklaim termasuk yang tertinggi di antara negara-negara G20 dan ASEAN.
Dari sisi stabilitas harga, pemerintah mencatat inflasi sebesar 3,28 persen. Angka tersebut masih berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen dengan rentang toleransi plus-minus 1 persen.
Airlangga juga melaporkan realisasi investasi pada Januari-September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun, atau tumbuh 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian pertumbuhan ekonomi dan investasi tersebut menjadi bagian dari laporan pemerintah mengenai kondisi perekonomian nasional sepanjang 2026.
Meski TPT diklaim berada pada level terendah sejak 1994, jumlah pengangguran yang mencapai 7,22 juta orang menunjukkan bahwa persoalan penyerapan tenaga kerja masih menjadi tantangan.
Pemerintah diharapkan terus mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat penyerapan tenaga kerja agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.[YKP]

