Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Enam Jenderal Polri Diisukan Ditangkap, Yusril: Saya Belum Dapat Konfirmasi

03/11/2026

Polres Empat Lawang Sita 208 Botol Miras dari Dua Warung, Dua Orang Diamankan

03/11/2026

Status WA Mantan Kepala BNN Sindir Petinggi Polri terkait Makar, Mengarah ke Listyo Sigit?

03/11/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Tuesday, 3 November 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Jejak Gas Grissik dari Musi Banyuasin ke Singapura, Ekspornya Dikurangi saatnya Prioritaskan Kebutuhan Lokal
Regional

Jejak Gas Grissik dari Musi Banyuasin ke Singapura, Ekspornya Dikurangi saatnya Prioritaskan Kebutuhan Lokal

alwiBy alwi30/10/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi Hulu Migas, Foto : Kementrian ESDM
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pemerintah Indonesia mulai mengurangi ekspor gas alam ke Singapura sejak Sabtu (24/10/2026).

Kebijakan ini dilakukan untuk memperkuat pasokan energi dalam negeri, terutama bagi pembangkit listrik dan kebutuhan industri.

Baca juga :   Disdikbud Muba Alokasikan Rp2,2 Miliar untuk Bayar Tagihan Listrik

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengatakan pengurangan ekspor mencapai 31 juta kaki kubik standar per hari. Rinciannya, 15 juta kaki kubik berasal dari Natuna dan 16 juta kaki kubik dari Sumatera.

“Mulai hari ini pasokan gas ke Singapura dialihkan ke dalam negeri dari Natuna ke PLN Batam melalui Pipa WNTS – Pulau Pemping – Batam sebesar 15 juta standar kaki kubik,” katanya, Sabtu (24/10/2026) seperti dikutip dari Batam Today.

Namun, tahukah kamu bahwa salah satu sumber penting gas yang mengalir ke Singapura berasal dari wilayah Sumatera Selatan, tepatnya kawasan Grissik di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)?

Baca juga :   Heboh! Siswa SMA N 2 Palembang Alami Kesurupan Massal di Sekolah

Dari kawasan inilah gas bumi disalurkan melalui jaringan pipa lintas wilayah, melewati Batam, hingga mencapai Singapura. Jalur tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah kerja sama energi Indonesia dan Singapura selama lebih dari dua dekade.

Berawal dari Grissik, Musi Banyuasin

Blok Corridor Grissik merupakan salah satu kawasan pusat produksi dan pengolahan gas bumi di Kabupaten Musi Banyuasin.

Gas dari kawasan ini menjadi bagian dari pasokan yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi di berbagai wilayah, termasuk melalui jaringan pipa menuju Singapura.

Pembangunan jalur pipa Sumatera Selatan–Batam–Singapura merupakan kerja sama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan perusahaan Singapura, PowerGas Ltd.

Baca juga :   Dituding Tidak Standar Higenis, Perusahaan Air Minum Kemasan di Prabumulih Angkat Bicara

Rencana pembangunan jaringan tersebut mulai bergulir pada awal 2000-an. Pada 2001, proyek pipa sepanjang sekitar 468 kilometer itu diberitakan akan menelan biaya sekitar 400 juta dolar AS.

Pipa tersebut dirancang menghubungkan sumber gas di Sumatera Selatan dengan Batam sebelum diteruskan menuju Singapura.

Pembangunan jaringan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pasar gas Indonesia sekaligus menjawab kebutuhan energi Singapura yang terus berkembang.

Diresmikan Megawati pada 2003

Pembangunan pipa gas Sumatera Selatan–Batam–Singapura mencapai tonggak penting pada 4 Agustus 2003.

Presiden Megawati Soekarnoputri bersama Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong meresmikan penyelesaian proyek tersebut di Batam.

Baca juga :   KA Rajabasa Dongkrak Penumpang, KAI Divre III Layani Lebih dari 603 Ribu Pelanggan

Dalam pidato peresmian, Goh menyebut jaringan itu akan memasok gas alam dari Sumatera Selatan ke Singapura selama 20 tahun. Proyek tersebut merupakan kerja sama PGN dan PowerGas Ltd.

Saat itu, proyek diperkirakan menghasilkan pendapatan sekitar 9 miliar dolar AS bagi Indonesia selama masa penyaluran.

Selain itu, pembangunan dan pengoperasian jaringan diproyeksikan membuka lebih dari 700 lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga :   Kerap di OTT KPK, Gubernur Sumsel Minta ASN Ikuti Prosedur Bukan untuk Kepentingan Pribadi

Bagi Singapura, gas dari Indonesia menjadi tambahan sumber energi untuk pembangkit listrik yang lebih efisien.

Sementara bagi Indonesia, proyek tersebut membuka peluang penerimaan ekspor dan memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.

Jalur Grissik–Batam–Singapura juga menjadi bagian dari gagasan jaringan pipa gas lintas negara ASEAN atau Trans-ASEAN Gas Pipeline (TAGP), yang bertujuan memperkuat konektivitas dan keamanan pasokan energi di kawasan.

Gas Grissik Juga Disalurkan untuk Industri Dalam Negeri

Di balik perannya dalam ekspor, gas dari Grissik juga memiliki arti strategis bagi kebutuhan domestik.

Pada 29 Agustus 2017, pembangunan pipa gas Grissik–PUSRI diresmikan di kompleks PT Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang.

Proyek yang dikerjakan PT Pertamina Gas tersebut dirancang membangun jaringan sepanjang 176 kilometer dengan diameter 20 inci.

Baca juga :   Lima Anggota TNI Diserang Warga di Sarolangun, Diduga Berawal dari Pencurian Sawit

Pipa itu menghubungkan Grissik Gas Plant di Kabupaten Musi Banyuasin dengan pabrik PUSRI di Palembang.

Dalam rencana awal, penyaluran gas ditargetkan mencapai 30 juta kaki kubik standar per hari pada 2018, kemudian meningkat menjadi 70 juta kaki kubik standar per hari pada 2019.

Gas tersebut dibutuhkan untuk proses produksi pupuk. Artinya, sumber daya yang sama memiliki peran penting bagi industri strategis dan ketahanan pangan nasional.

Ekspor Dikurangi, Pasokan Domestik Diperkuat

Pengurangan ekspor gas ke Singapura pada Oktober 2026 kembali menempatkan persoalan alokasi energi nasional dalam sorotan.

Menurut SKK Migas, gas dari Natuna dialihkan untuk memenuhi kebutuhan PLN Batam melalui jaringan WNTS–Pulau Pemping–Batam.

Sementara gas dari Sumatera disalurkan melalui jaringan pipa Transportasi Gas Indonesia (TGI) untuk memenuhi kebutuhan listrik di Batam, Bintan, dan Sumatera.

Baca juga :   Pj Bupati Apriyadi Menyediakan Alat Berat di Titik Rawan Arus Mudik

Sementara, pemerintah belum mengeluarkan statemen resmi kemana produksi gas Grissik akan dialokasikan.

Tokoh masyarakat Musi Banyuasin, Soeharto, menyambut positif kebijakan pemerintah mengurangi ekspor gas ke Singapura.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat lokal, khususnya warga di daerah penghasil gas bumi.

Ia berharap pengurangan ekspor itu menjadi momentum bagi pemerintah untuk memastikan gas yang dihasilkan dari perut bumi Musi Banyuasin turut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Baca juga :   Syifa Hadju Keluhkan Followers Turun Usai Gencar Soroti Karhutla

“Ini menjadi angin segar bagi masyarakat Musi Banyuasin. Gas diambil dari bumi daerah kami, tetapi masyarakat lokal juga harus bisa merasakan manfaatnya. Jangan sampai sumber daya alam kita mengalir ke luar negeri, sementara warga sendiri masih kesulitan mendapatkan energi,” ujar Soeharto.

Ia menyoroti persoalan sulitnya masyarakat memperoleh gas LPG subsidi 3 kilogram. Selain ketersediaan yang kerap dikeluhkan warga, harga di tingkat pengecer juga dinilai memberatkan ketika melampaui harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

“Untuk mendapatkan gas LPG 3 kilogram saja masyarakat masih sering kesulitan, bahkan harus membeli dengan harga mahal. Karena itu, kami berharap pengurangan ekspor gas ini menjadi momentum untuk membenahi distribusi energi dan memastikan masyarakat lokal ikut menikmati kekayaan alam daerahnya,” katanya.

Baca juga :   Kapolri Sebut Ada Bekas Chainsaw pada Kayu Gelondongan Terbawa Banjir Sumatera, Jadi Fokus Penyidikan

Soeharto meminta pemerintah tidak hanya melihat gas bumi sebagai komoditas ekspor yang menghasilkan pendapatan negara. Menurutnya, pemanfaatan gas juga perlu mempertimbangkan kebutuhan energi masyarakat di daerah penghasil.

Ia berharap pemerintah mengkaji kemungkinan penambahan alokasi energi untuk kebutuhan lokal, disertai pembangunan infrastruktur dan sistem distribusi yang memadai.

“Harapan kami sederhana, masyarakat Musi Banyuasin jangan hanya menjadi penonton. Kalau gas diproduksi dari daerah ini, harus ada manfaat nyata yang dirasakan warga. Pemerintah perlu mengkaji bagaimana produksi gas tersebut bisa mendukung kebutuhan energi masyarakat, bukan hanya untuk industri besar dan ekspor,” tegasnya. (tim) 

Gas Grissik Muba Singapura
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article87 Tersangka Dihadirkan! Polda Sumsel Musnahkan 36,4 Kg Sabu Hasil Pengungkapan Oktober
Next Article Pemkot Palembang Temukan Kulkas Bekas yang Dibuang ke Sungai Bendung
alwi

Related Posts

Regional

Polres Empat Lawang Sita 208 Botol Miras dari Dua Warung, Dua Orang Diamankan

03/11/20261 Views
Regional

Bapenda Palembang Mangkir dari RDP, Dialog Soal Polemik Pajak IGM Temui Jalan Buntu

03/11/20262 Views
Regional

Usai Isi Pertalite, Toyota Avanza Meledak dan Terbakar di Musi Rawas

03/11/20261 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202331,791 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202431,597 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202525,530 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,405 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,363 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?