RELUNG.ID – Sebuah video yang menampilkan pernyataan dari Ka Induk PJR Cikampek, AKP Sandy Titah Nugraha, tentang polisi sebagai institusi yang paling cepat masuk surga viral di media sosial. Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @Indukpjrcikampek dan menuai berbagai tanggapan dari warganet.
Dalam video yang beredar, AKP Sandy menyampaikan bahwa menjadi polisi adalah ladang ibadah karena tugas mereka dalam menegakkan aturan bertujuan untuk melindungi masyarakat.
“Seharusnya Polisi ini adalah institusi atau orang yang paling cepat masuk surga, banyak sekali ladang ibadah yang bisa rekan lakukan. Lakukan penindakan terhadap orang yang melanggar termasuk ibadah,” ujar Sandy dalam arahannya kepada para personel.
Menurutnya, tindakan polisi dalam menegakkan aturan bukan hanya sekadar tugas, tetapi juga upaya memberikan kesadaran kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan diri dan orang lain.
“Kenapa? Kita mencegah dan memberi kesadaran terhadap keselamatan mereka sendiri, begitu juga supaya mereka berubah menjaga keselamatan mereka sendiri untuk menjaga keselamatan orang lain. Karena institusi kita ini jadi harapan semua, kalau bukan kita siapa lagi yang akan melindungi masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, AKP Sandy juga menegaskan kepada seluruh anggota untuk benar-benar memahami peran mereka sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Hal ini bahkan ditunjukkannya dengan duduk bersama para anggota di aspal tanpa alas sebagai simbol bahwa polisi harus dekat dengan rakyat.
Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa gaji anggota kepolisian berasal dari pajak masyarakat, sehingga mereka harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Selaku petugas kepolisian yang digaji oleh masyarakat, rekan-rekan harus sadari bahwa masyarakat yang membayar rekan-rekan itu adalah dari pajak mereka. Mereka bekerja dari pagi sampai sore, bayar pajak, dikumpulkan oleh negara, kemudian pajaknya dibayarkan untuk rekan-rekan bekerja. Itu harus disadari,” tegasnya.
Tak hanya itu, AKP Sandy juga menekankan pentingnya integritas dalam bertugas. Ia melarang keras adanya praktik suap atau transaksi ilegal saat menangani pelanggaran.
“Ketika polisi menemukan masyarakat yang melakukan pelanggaran, tugas rekan-rekan adalah mengayomi sehingga sampaikan kesalahannya, apa yang seharusnya dilakukan. Tidak ada komunikasi negosiasi, transaksional, apalagi sampai rekan-rekan mengirim nomor rekening,” paparnya.
Menyesuaikan dengan era digital, ia juga mengimbau kepada seluruh personel untuk selalu merekam setiap penindakan yang dilakukan guna menjaga transparansi.
“Jangan kalian alergi terhadap kamera. Karena setiap orang pada era zaman sekarang mempunyai hak untuk merekam. Tidak ada yang merampas kamera masyarakat atau memaksa mereka menghapus dokumentasinya,” tegasnya.
Sebagai penutup, AKP Sandy berharap seluruh anggotanya dapat menjalankan tugas dengan ikhlas dan niat baik.
“Selama keluar dari rumah memakai seragam, pamit dengan keluarga sampai dengan induk sini, yakni nawaitunya berbuat baik,” pungkasnya.
Saat dikonfirmasi, AKP Sandy mengaku puas karena pesan yang disampaikannya mendapat respons positif dari warganet. “Amin Ya Rabbal Alamin,” tuturnya singkat. (KPB)

