RELUNG.ID – Kasus pengeroyokan yang dilakukan anggota organisasi kemasyarakat pemuda atau ormas terhadap juru parkir di Bandung hingga tewas, kini berimbas kepada sang Ketua Umum (Ketum) Brigez, Cecep Hendra Erawan.
Sosok Ketum Brigez ini disorot publik yang geram terhadap tindakan tersebut. Tak hanya itu, publik pun menyarakan agar ormas Brigez dibubarkan.
Seperti diketahui, kasus ini bermula saat juru parkir dikeroyok sekelompok orang di dalam minimarket di Cimaung, Kabupaten Bogor pada Minggu lalu (17/3).
Aksi brutal ini terekam pegawai minimarket hingga viral dan kasusnya menyita perhatian.
Setelah diselidiki kepolisian, terungkap dugaan sekelompok pelaku yang menewaskan juru parkir itu anggota Brigez.
Meski sang Ketum telah meminta maaf atas perbuatan anggotanya. Namun, publik akun pribadi Ketum Brigez ini pun tetap diburu dan dibanjiri komentar publik karena telah melakukan kegaduhan hingga menghilangkan nyawa orang.
Akibat aksi tersebut, 21 pelaku diduga terlibat kasus penganiayaan yang menewaskan seorang juru parkir, Rizal Setiawan (24).
“10 dari 21 pelaku ini sempat melarikan diri ke Garut. Lima diantaranya yaitu pelaku utama,” kata Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono.
Untuk motif sementara, anggota Brigez menganiaya RS lantaran para pelaku tak terima korban mengejek. Kemudian, para pelaku mengejar korban ke dalam mini market.
“Hanya ketersinggungan para pelaku ini pada korban yang meninggal dunia, terjadi semacam ejekan. Jadi akhirnya para pelaku mengejar korban hingga menganiaya dan korban meninggal dunia,” ujarnya.
Pihaknya pun masih mendalami keterkaitan antara pelaku dan korban ini. Pasalnya, saat kejadian para pelaku tengah mengendarai motor dan korban tengah melintas.
“Nah ini, jadi prosesi hukum atau fakta-fakta masih kita bangun, tentunya berdasarkan keterangan dari saksi-saksi yang akan kita kumpulkan sehingga perkara ini jadi terang dan jelas,” pungkasnya. (vid)

