Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»SPMB 2025 di Palembang Dianggap Tak Adil, Gencar Tuding Ada Jalur Khusus Anak Pejabat
Regional

SPMB 2025 di Palembang Dianggap Tak Adil, Gencar Tuding Ada Jalur Khusus Anak Pejabat

RiyadiBy Riyadi26/05/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) melakukan aksi di Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel). Gencar memprotes Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di Palembang dengan melakukan demo di Pemprov Sumsel, Senin (26/5/2025).(Relung/DSK)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di Kota Palembang menuai sorotan tajam. Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Senin (26/5/2025), memprotes sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan SPMB yang dinilai tidak adil dan sarat kecurangan.

Ketua Gencar, Charma Afrianto, mengatakan bahwa meskipun nama sistem telah berganti dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi SPMB, penerapan di lapangan justru masih bermasalah.

“Perubahan nama dari PPDB ke SPMB sebenarnya langkah bagus. Namun kenyataan di lapangan justru menyimpang dari aturan. Terutama pada jalur domisili dan afirmasi,” kata Charma usai aksi di depan Kantor Gubernur Sumsel.

Baca juga :   PAMA Diduga Raup Untung Rp958 Miliar dari Penjualan Solar Murah Pertamina

Charma menyoroti kasus di mana siswa yang jarak rumahnya hanya 300 meter dari sekolah tidak diterima, sementara siswa dengan jarak 1,3 kilometer malah diterima. Menurutnya, panitia seleksi lebih mengutamakan nilai rapor daripada jarak rumah, padahal jalur domisili seharusnya berdasarkan kedekatan tempat tinggal.

“Domisili seharusnya murni dihitung berdasarkan jarak, bukan nilai. Ini sangat merugikan siswa yang tinggal dekat dengan sekolah,” ujar Charma.

Ia juga menuding adanya penyalahgunaan jalur afirmasi yang semestinya diperuntukkan bagi siswa dari keluarga tidak mampu. “Faktanya, justru anak-anak pejabat yang lolos lewat jalur ini,” ujarnya.

Baca juga :   Karhutla di OKI Berpotensi Meningkat Hingga September Mendatang, 118 Hotspot Terpantau

Lebih jauh, Gencar mengungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum guru di beberapa SMA favorit di Palembang. Di antaranya SMA Negeri 1, 3, 6, dan 10. Oknum tersebut diduga meminta uang kepada orang tua calon siswa dengan nominal bervariasi antara Rp7 juta hingga Rp15 juta.

“Kami sudah mengantongi bukti-buktinya, namun belum bisa dipublikasikan karena menghormati proses tes yang masih berlangsung. Tapi bukti ini akan kami serahkan ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Poniyem, menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan dan keluhan masyarakat.

Baca juga :   Catat! Ini Harga BBM di Sumsel Per 1 September

“Terima kasih atas perhatian terhadap dunia pendidikan. Kami akan membuat nota dinas kepada Gubernur Sumsel untuk menyampaikan permasalahan ini,” ujarnya.

Poniyem juga mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan pengaduan langsung ke Dinas Pendidikan terkait SPMB, namun beberapa aduan telah masuk melalui sistem pengaduan online dan masih dalam tahap verifikasi.[DSK]

Anak Pejabat Dianggap Tak Adil Dugaan Jalur Khusus SPMB 2025
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTiga Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Penimbunan dan Pembuatan Turap di Banyuasin Kembalikan Kerugian Negara Rp300 Juta
Next Article PLN Mobile Color Run 2025 Dibuka, Ratusan Komunitas Lari Ramaikan Palembang

Riyadi

Related Posts

Regional

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/20266 Views
Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20263 Views
Regional

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,941 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,810 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,784 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?