Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Liputan Khusus»Penuh Kontroversi, Setelah Polemik Gag Nikel, Lana Saria Kini Jabat Komisaris PTBA
Liputan Khusus

Penuh Kontroversi, Setelah Polemik Gag Nikel, Lana Saria Kini Jabat Komisaris PTBA

alwiBy alwi13/06/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, Lana Saria. (tangkapan layar)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Di tengah sorotan publik terkait polemik tambang nikel di Raja Ampat, nama Lana Saria kembali mencuat.

Kali ini, bukan karena aktivitasnya di sektor pemerintahan, melainkan karena ia resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN MIND ID.

Baca juga :   Tahun Ini, Rp10 Miliar Disiapkan untuk Restorasi Gambut di Sumsel

Penunjukan Lana diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PTBA yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/6/2025).

Dalam susunan terbaru Dewan Komisaris, Lana berdampingan dengan nama-nama seperti Bambang Ismawan (Komisaris Utama/Independen), Dewi Hanggraeni, Suko Hartono, dan lainnya.

Namun, penunjukan ini tak lepas dari kontroversi. Lana saat ini masih menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca juga :   Pegawai ESDM dalam Permainan Batu Bara Sumsel, CERI Sebut Lebih Parah dari Bengkulu, Desak Kejaksaan Usut Jaringan Sunindyo

Ia juga menjabat sebagai Komisaris PT Gag Nikel, satu-satunya perusahaan yang izinnya tidak dicabut di antara lima tambang nikel yang beroperasi di Raja Ampat, Papua Barat Daya wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi hayati dunia.

Keberadaan Lana di dua jabatan strategis—sebagai pejabat ESDM dan Komisaris dua perusahaan tambang—menuai pertanyaan serius soal potensi konflik kepentingan.

Direktur Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA), Rahmat Sandi mengatakan, sosok Lana Saria sendiri tak lepas dari kontroversi.

Baca juga :   Divonis Bersalah Karena Merusak Lingkungan, Kawali Sumsel: Ditjen Minerba Wajib Cabut IUJP Lematang Coal Lestari

Pasalnya, Lana tercatat pernah diperiksa Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan tahun 2024 terkait kasus dugaan korupsi sektor pertambangan, serta menjadi saksi dalam perkara korupsi nikel di Blok Mandeodo, Konawe Utara.

Selain itu, dia juga pernah diperiksa KPK dalam kasus dugaan korupsi tunjangan kerja di Kementerian ESDM pada 2023.

“Hal ini menunjukkan bahwa penunjukan Lana Saria sebagai komisaris di perusahaan tambang milik negara justru mengabaikan prinsip kehati-hatian dan etika tata kelola pemerintahan yang baik,” tegas Rahmat Sandi.

Baca juga :   Kejati Sultra Ungkap Peran Inspektur Tambang dalam Kasus Korupsi Pengangkutan Nikel, Ditetapkan Tersangka Rugikan Negara Rp233 Miliar

Menurutnya, pemerintah seharusnya mengedepankan integritas dan akuntabilitas dalam menempatkan pejabat di posisi strategis, apalagi yang berkaitan langsung dengan kepentingan pengelolaan sumber daya alam.

Ia juga menyoroti potensi konflik kepentingan yang sangat besar. “Lana saat ini punya akses terhadap kebijakan strategis di sektor ESDM, sementara ia juga berada di dalam lingkaran bisnis tambang. Ini bukan sekadar soal jabatan rangkap, ini soal integritas dan potensi penyalahgunaan kewenangan,” ungkap Rahmat.

Ia pun mendesak Menteri BUMN dan Menteri ESDM untuk segera mengevaluasi penempatan Lana Saria di posisi komisaris PT Bukit Asam maupun PT Gag Nikel. “Kita butuh pejabat yang tidak hanya kompeten, tapi juga bersih dan bebas dari konflik kepentingan,” ucapnya.

Baca juga :   Menteri ESDM Hentikan Sementara Izin Tambang PT Gag Nikel di Raja Ampat

Lana Saria bukan orang baru di sektor pertambangan. Lahir di Solo, 13 Oktober 1968, ia meniti karier di Kementerian ESDM sejak 1998. Gelar doktor diperolehnya dari Kyushu University, Jepang, bidang teknik lingkungan.

Tahun 2020, ia menjabat Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba, dan naik menjadi Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara pada 2022.

Terakhir, pada Maret 2024, ia dilantik sebagai Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi SDA sekaligus ditugaskan sebagai Plt. Direktur Pembinaan Usaha Batu Bara.

Baca juga :   Aliansi Pemuda Papua Minta Presiden Copot Menteri ESDM

Sekretaris Perusahaan PTBA, Niko Chandra, menyatakan bahwa perubahan susunan direksi dan komisaris adalah bagian dari strategi perusahaan menghadapi tantangan industri ke depan.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Direksi dan Komisaris sebelumnya atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi luar biasa yang telah membawa PTBA mencapai berbagai capaian strategis,” ujarnya

Pada saat yang sama, pihaknya juga menyambut dengan antusias kehadiran para pemimpin baru yang membawa semangat dan energi baru.

Baca juga :   Pembagian Dividen PTBA ke Muara Enim Turun Jadi Rp11,5 Miliar

Dengan komposisi kepemimpinan yang baru, PTBA optimis melanjutkan transformasi menuju perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan.

“Insya Allah, dengan sinergi dan kolaborasi seluruh insan PTBA, tongkat estafet ini akan memperkuat langkah kami untuk senantiasa menghadirkan Energi Tanpa Henti, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, masyarakat, dan negara,” pungkas Niko. (DMN)

Lana Saria Kini Jabat Komisaris PTBA PT Bukit Asam Raja Ampat Tambang Nikel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleNyalakan Patriotisme Lewat Lomba Lukis dan Mewarnai Dua Pahlawan Sumsel
Next Article 23 Ribu Lebih Kasus TBC Ditemukan di Sumsel, Stigma Jadi Penghambat Utama Pengobatan
alwi

Related Posts

Liputan Khusus

Medan Karhutla Sumsel Makin Sulit Dijangkau, Motor Trail Pemadam Mau Digas ke Mana?

05/10/202612 Views
Liputan Khusus

[Laporan Khusus] KRI Sriwijaya-100, Menjaga Nama Besar Sejarah yang Kembali Berlayar di Laut Nusantara

01/10/202624 Views
Liputan Khusus

[Laporan Khusus] Anggaran Tak Terbatas, Tapi Karhutla Sumsel Terus Berulang

27/08/202662 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,889 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,762 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,735 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?