RELUNG.ID – Usai menetapkan status siaga darurat bencana asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) akan membangun posko siaga di sembilan kecamatan yang masuk dalam zona rawan karhutla di Kabupaten OKI.
Sembilan kecamatan di Kabupaten OKI yang masuk dalam zona rawan karhutla, yakni Kecamatan Pampangan, Pangkalan Lampam, Cengal, Tulung Selapan, Sungai Menang, Air Sugihan, Tanjung Lubuk, Pedamaran Timur dan Kayuagung.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI, Listiadi Martin mengatakan, pembangunan sembilan posko tersebut merupakan salah satu strategi Pemkab dalam pencegahan karhutla di Kabupaten OKI.
“Kesembilan wilayah tersebut menjadi prioritas pencegahan karhutla di tahun 2025. Pembangunan posko paling banyak di kawasan kecamatan pantai timur Kabupaten OKI,” kata Listiadi, Rabu (18/6).
Listiadi menjelaskan, pihaknya juga tengah gencar melakukan patroli di kawasan rawan karhutla. Pihak BPBD OKI juga telah menyiapakan personel sebanyak 34 orang yang bertugas melaksanakan patroli.
“Dari 34 personel dalam patroli ini dibagi menjadi 4 regu, jadi personel dalam patroli pencegahan untuk di satu kecamatan bisa 2-4 orang,” jelasnya.
Menurut Listiadi, kesiagaan personel dikerahkan mengingat musim kemarau yang datang sejak bulan Mei lalu.
Berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa untuk puncak kemarau diprediksi terjadi Agustus. Namun puncak kemarau di OKI berbeda dari kabupaten/kota lainnya.
“Prediksi BMKG kemarau yang terjadi tahun ini relatif lebih panas dibandingkan tahun lalu, akan tetapi waktunya lebih singkat,” ungkapnya.
Saat ditanya adakah lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten OKI, Listiadi menegaskan bahwa belum ada karhutla di wilayah OKI.
“Saat ini meskipun sudah musim kemarau belum ada karhutla di Kabupaten OKI,” pungkasnya. (HWJ)

