RELUNG.ID – Sebuah unggahan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pagar Alam mendadak viral. Pasalnya, menu tersebut dinilai tidak sesuai harapan.
Dalam unggahan akun facebook @Yessi Samsul, terlihat menu MBG di Pagar Alam ini hanya berisikan satu buah jeruk, dua potong kecil wortel, tiga potong kecil kentang dan satu potong tahun goreng beserta saos tomat.
“Ya Ampun maaf nian seribu kali maaf, ternyata benar menu MBG anakku disekolah hari ini seperti ini….” tulis Yessi dalam akun facebooknya.
“Jangan nian berarti ngarapkah MBG untuk anak kito yg sekolah balek sore 02.30 pacak sapean anak mpok dikit masih nak ibatkah,” tambahnya.
Sontak unggahan ini pun menuai komentar dari netizen. Mereka mempertanyakan lokasi MBG tersebut.
“Ado nian apo ini yuk?” tanya @Marc***
“Nian disekolah anakku,” jawab Yessi
Selain itu, netizen pun menyarankan untuk melaporkan pihak sekolah dan dapur MBG, karena terkadang banyak penghematan biaya sehingga banyak juga menu yang dipangkas.
“Dek kruan dapur mno ini (tidak tahu dapur (MBG) mana ini), anak ayuk sekolah di Ar Raihan,” tambah Yessi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Tugas Makan Siang Bergizi Gratis Pagar Alam, Jefri Zulfikar mengatakan, jika menu MBG yang disajikan ini sudah sesuai komposisi atau kandungan hewani, dan nabati. Ini sesuai standar yang telah ditentukan.
Dia juga menambahkan, isi piring menu MBG yang disajikan dalam program pemerintah ini adalah makanan bergizi bukan makan kenyang. Sehingga, kandungan nilai gizi atau protein yang terdapat dalam menu menjadi bahan perhatian.
“Untuk tampilan sajian MBG ini akan jadi evaluasi kami karena akan memperngaruhi selera atau minat makan anak-anak,” katanya.
Soal adanya penggantian karbohidrat dari nasi ke kentang, Jefri menyebutkan hal ini bagian dari edukasi kepada anak-anak agar mengetahui jika kentang memiliki juga adalah karbohidrat dan ini bagian edukasi bahwa nasi dan kentang mempunyai unsur yang sama dalam hal gizi.
“Ini juga bagian dari untuk mengantisipasi ketersedian dapur,” ujarnya.
Terkait protes masyarakat baik secara langsung maupun di media sosial, dia mengaku hal ini akan menjadi bahan evaluasi. Karena dengan sendirinya juga tahu bahwa kebutuhan anak-anak ini apa, kalau yang tidak suka kentang artinya harus diberi nasi begitu juga sebaliknya.
Itulah alasannya juga, kenapa setiap pembagian MBG itu apapun sisanya atau ada yang tidak dihabiskan oleh anak-anak tidak boleh dibuang.
“Ini untuk memastikan agar kedepan jika ada menu yang tidak disuka oleh anak-anak untuk kedepannya tidak usah diberikan lagi,” terang dia.
“Kami juga berharap, edukasi-edukasi seperti ini juga penting diketahui oleh SPPG sehingga juga turut menyampaikan kepada anak-anak di sekolah,” pungkasnya. (TFK)

