RELUNG.ID – Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat (Yopi Karim) angkat bicara terkait dengan adanya kasus asusila yang diduga dilakukan oknum guru AL di SMPN 1 Lubuklinggau terhadap siswinya inisial P.
Kasus ini membuat heboh para pelajar di sekolah itu termasuk tenaga pengajar lainnya. Selain itu juga mencoreng dunia pendidikan di kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
“Setelah kejadian ini kita lakukan deteksi dini mulai dari pakaian anak sekolah, skincare mungkin pakai suncreen tidak harus yang berlebihan. Intinya akan kita lakukan deteksi dini dari gurunya maupun siswinya,” kata Yopi pada Selasa, (23/9/2025).
Pihaknya menyerahkan kasus ini ke kepolisian. Termasuk untuk status oknum guru yang merupakan ASN (Aparatur Sipil Negara) diserahkan ke Inspektorat.
“Sehingga ini menjadi syok terapi agar jangan sama kejadian seperti ini terulang lagi kedepannya. Sangat disayangkan karena di wilayah kita sudah beberapa kali,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Yopi meminta pihak sekolah melakukan deteksi dini.
“Setiap ada kegiatan jangan dibiarkan guru itu berduaan sama siswa siswi harus ada yang mendampingi jangan sampai ada kesempatan. Termasuk dari pakaian, skincare, waktu dan tempat mungkin lebih leluasa berduaan jangan sampai itu terjadi lagi,” bebernya.
Sebelumnya, dugaan asusila di SMPN 1 Lubuklinggau terbongkar usai adanya postingan di medsos terkait potongan chat yang dilakukan oknum guru kepada korban.
Akibat kejadian tersebut, kini oknum guru berinisial AL telah dinon aktifkan dan telah diamankan kepolisian. (LWM)

