Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Hukum»Catatan AJI 2025: 89 Kasus Kekerasan Jurnalis, Polisi Dominan sebagai Pelaku
Hukum

Catatan AJI 2025: 89 Kasus Kekerasan Jurnalis, Polisi Dominan sebagai Pelaku

RiyadiBy Riyadi14/01/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi kekerasan jurnalis. (AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mencatat kondisi kebebasan pers di Indonesia semakin memburuk sepanjang 2025. Dalam catatan tahunan yang dirilis pada awal 2026, AJI mendokumentasikan sedikitnya 89 kasus kekerasan terhadap jurnalis, dengan aparat kepolisian menjadi pelaku dominan.

Ketua AJI Indonesia Nany Afrida menyampaikan, kekerasan terhadap jurnalis terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, serangan digital, intimidasi aparat, hingga gugatan hukum yang melemahkan kerja jurnalistik.

“Mulai dari kekerasan fisik, serangan digital, intimidasi aparat, hingga gugatan hukum. Selain itu, intervensi dan intimidasi ke ruang redaksi juga meningkat dan cenderung dinormalisasi,” kata Nany dalam Konferensi Pers Catatan Awal Tahun 2026, Rabu (14/1/2026).

Baca juga :   Rugikan Korban Ratusan Juta, Terduga Pelaku Investasi Bodong Dilaporkan ke Polisi

Berdasarkan data AJI, dari 31 kasus kekerasan fisik yang dialami jurnalis pada 2025, sebanyak 21 kasus dilakukan oleh aparat kepolisian. Kekerasan tersebut paling banyak terjadi saat jurnalis meliput aksi demonstrasi.

Selain kekerasan fisik, serangan digital menjadi bentuk kekerasan terbesar kedua dengan 29 kasus. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dalam 12 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, pada 2024 tercatat 10 kasus serangan digital, sementara pada 2023 sebanyak 13 kasus.

“Serangan digital ini bentuknya beragam, mulai dari serangan DDoS ke media online, pembekuan akun media sosial oleh platform, hingga doxxing dan peretasan akun jurnalis,” ujar Nany.

Baca juga :   Aksi Pencurian Gagal, Tono Ditangkap Bawa Sajam

AJI juga mencatat adanya pola serangan baru pada 2025, yakni pengiriman pesanan atau order fiktif yang menimpa dua kantor media di Batam dan Tanjungpinang. Modus ini tidak hanya merugikan media, tetapi juga berdampak pada pengemudi ojek daring yang menerima pesanan palsu.

Selain itu, terdapat 22 kasus teror dan intimidasi terhadap jurnalis. Salah satu yang disorot AJI adalah teror pengiriman kepala babi ke ruang redaksi Tempo. Menurut AJI, teror semacam ini merupakan upaya sistematis untuk menciptakan iklim ketakutan dan membungkam kebebasan pers.

Dari sisi pelaku, selain polisi dan TNI—masing-masing 21 kasus dan enam kasus—pelaku anonim menjadi kelompok terbanyak dengan 29 kasus, mayoritas terkait serangan digital dan teror.

Baca juga :   Roy Suryo Desak Kasus Dihentikan Lewat SP3, Ade Darmawan Sebut Pernyataannya Keliru

AJI menilai ancaman terhadap jurnalis tidak hanya terpusat di Jakarta, melainkan tersebar di berbagai daerah seperti Sorong, Ambon, Kendari, Makassar, Lombok, Medan, Aceh, hingga Bali. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan jurnalis merupakan persoalan nasional yang mendesak.

Sekretaris Jenderal AJI Indonesia Bayu Wardhana menambahkan, eskalasi kekerasan paling buruk terjadi saat jurnalis meliput gelombang unjuk rasa pada akhir Agustus dan awal September 2025.

“Jurnalis yang merekam dan memberitakan brutalitas aparat justru menjadi target kekerasan,” kata Bayu.

Baca juga :   Sejumlah Saksi Diperiksa, Polisi Buru Pelaku Kasus Pembuangan Bayi di Kertapati Palembang

Selain kekerasan langsung, AJI juga menyoroti meningkatnya praktik pelarangan liputan, perusakan alat kerja, penghapusan data jurnalistik, hingga swasensor akibat tekanan eksternal. Di sisi lain, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap jurnalis juga meningkat tajam. Sepanjang 2025, AJI mencatat 549 jurnalis melaporkan mengalami PHK, melonjak dibandingkan 373 orang pada 2024.

AJI menilai situasi ini mempersempit ruang publik dan memperkuat praktik swasensor, ketika jurnalis dan warga yang menyuarakan kritik dihadapkan pada risiko kriminalisasi dan serangan balik terkoordinasi.

“Tanpa penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan dan tanpa komitmen negara melindungi kebebasan pers, kondisi ini akan terus berulang dan membahayakan demokrasi,” pungkas Bayu.[YKP]

AJI Dominan Jurnalis Kekerasan Pelaku Polisi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePerkuat Penegakan Hukum, Polda Sumsel Hadirkan Wamenkum RI Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru
Next Article Pilar Sumsel United Unjuk Konsistensi, Juninho dan Azis Bersaing di Jajaran Elit Liga Championship
Riyadi

Related Posts

Hukum

Rumah Dinas Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan Pomdam Jaya

09/10/20268 Views
Hukum

Penampakan Indra Kenz Kembali Masuk Lapas Tangerang Usai Pembebasan Bersyarat Dicabut

09/10/20266 Views
Regional

Pemuda di Palembang Rampok Teman Mantan Pacarnya

09/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,914 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,785 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,758 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?