RELUNG.ID- Pemerintah menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak untuk dijalankan dibandingkan pembukaan lapangan kerja.
Penilaian tersebut disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dengan mempertimbangkan kondisi riil masyarakat di sejumlah wilayah yang masih mengalami kelaparan.
Rachmat menegaskan bahwa baik program MBG maupun penciptaan lapangan kerja sama-sama penting. Namun, dalam situasi saat ini, pemenuhan kebutuhan dasar berupa asupan gizi dinilai memiliki urgensi lebih tinggi.
“MBG penting, lapangan kerja juga penting. Tetapi MBG lebih mendesak. Ada yang bilang tolong kasih kail, jangan ikan. Tapi kalau dikasih kail, sudah keburu mati,” ujar Rachmat dalam acara Prasasti Economic Forum di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat di daerah pelosok yang menghadapi persoalan kelaparan dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu ditangani lebih dahulu sebelum berbicara soal produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.
“Coba lihat saudara-saudara kita di ujung pelosok desa, mereka lapar. Ketika mendampingi Presiden meresmikan sekolah rakyat, masih ada anak-anak tingkat SMP dan SMA yang belum bisa baca tulis. Ini persoalan mendasar,” kata dia.
Rachmat menambahkan, program MBG merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur sosial yang tak kalah penting dibandingkan pembangunan infrastruktur fisik. Pemenuhan gizi, kata dia, menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kalau bicara pembangunan, jangan hanya dibatasi pada infrastruktur fisik. Infrastruktur sosial, termasuk makan bergizi, adalah bagian penting yang harus diselesaikan lebih dulu,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menyasar anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia. Pemerintah menargetkan program ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.[YKP]

