RELUNG.ID- Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengunduran diri tersebut diumumkan langsung oleh Iman dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Langkah ini diambil menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir. Iman menyebut keputusan mundur merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai pimpinan tertinggi bursa terhadap kondisi pasar modal nasional.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman.
Ia berharap, pengunduran dirinya dapat membawa dampak positif bagi stabilitas dan kepercayaan pasar ke depan. Iman juga optimistis IHSG dapat kembali menguat dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan indeks kita yang pagi ini membuka membaik, akan terus membaik pada hari-hari berikutnya,” katanya.
Manajemen BEI memastikan akan segera mengumumkan pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama untuk memastikan roda organisasi dan operasional pasar modal tetap berjalan normal.
Iman Rachman menjabat sebagai Direktur Utama BEI sejak ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang di sektor keuangan dan pasar modal.
Kariernya dimulai sebagai manajer di PT Danareksa Sekuritas pada 1998–2003. Ia kemudian bergabung dengan PT Mandiri Sekuritas dan dipercaya menjabat Direktur Investment Banking selama 13 tahun, dari 2003 hingga 2016.
Pengalaman di bidang keuangan korporasi membawanya menduduki posisi Direktur Keuangan di Pelindo II (2016–2018) dan Pelindo III (2018–2019). Setelah itu, Iman menjabat Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) pada 2019–2020.
Sebelum memimpin BEI, ia juga mengemban tugas strategis sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha di PT Pertamina (Persero) pada periode 2020–2022.
Pengunduran diri Iman Rachman menandai momen penting bagi pasar modal Indonesia di tengah upaya pemulihan kepercayaan investor dan stabilitas IHSG.[YKP]

