RELUNG.ID – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam diajak untuk tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah puasa, tetapi juga memperbaiki adab dalam berdoa.
Hal tersebut disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Qomar, KH Orbit Rupawan dalam tausiyahnya bertema “Adab Berdoa Agar Dikabulkan Allah.”
Dalam ceramahnya, KH Orbit mengingatkan bahwa Ramadan merupakan bulan penuh keberkahan, termasuk keberkahan dalam dikabulkannya doa.
Ia merujuk pada Al-Baqarah ayat 186 yang menegaskan kedekatan Allah dengan hamba-Nya.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku,” ujarnya mengutip ayat tersebut.
Menurut KH Orbit, ada beberapa adab dan syarat yang harus dipenuhi agar doa benar-benar bernilai di sisi Allah.
Pertama, segera berdoa. Banyak orang memiliki keinginan, tetapi enggan mengungkapkannya kepada Allah.
Padahal, doa adalah bentuk ketundukan dan pengakuan bahwa manusia membutuhkan pertolongan-Nya.
“Kata Allah, ujîbu da‘wata ad-dâ‘i idzâ da‘ân—Aku mengabulkan doa orang yang berdoa. Artinya, selama ia mau berdoa,” jelasnya.
Kedua, memenuhi panggilan Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Dia menekankan bahwa sebelum meminta, seorang hamba harus menunjukkan ketaatan.
“Dalam surah Al-Fatihah kita membaca, iyyâka na‘budu wa iyyâka نستa‘în—kepada-Mu kami menyembah dan kepada-Mu kami memohon pertolongan. Ibadah didahulukan sebelum meminta,” katanya.
Ketiga, beriman dan yakin kepada Allah. Keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan menjadi fondasi utama dalam berdoa.
Keempat, bersabar terhadap waktu dan bentuk pengabulan doa. KH. Orbit menjelaskan bahwa tidak semua doa dikabulkan secara instan sesuai keinginan manusia.
“Ada yang mustajab hari itu juga. Ada yang dikabulkan esok, bulan depan, bahkan tahun depan. Bahkan kadang kita minta harta, Allah ganti dengan kesehatan, karena itu yang lebih baik bagi kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, KH. Orbit mengingatkan umat Islam agar cerdas memanfaatkan waktu-waktu mustajab selama Ramadan. Di antaranya adalah: Sepertiga akhir malam menjelang sahur; Waktu setelah atau sebelum salat wajib dan Menjelang berbuka puasa
Ia menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang justru lalai pada waktu menjelang magrib karena sibuk menyiapkan hidangan berbuka.
“Antara asar hingga magrib adalah waktu yang sangat mustajab. Jangan sampai kita sibuk dengan urusan duniawi hingga melewatkan momen emas untuk berdoa dalam keadaan berpuasa,” pesannya.
Menurutnya, doa orang yang berpuasa termasuk doa yang tidak tertolak. Karena itu, Ramadan menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak munajat dan memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah.
KH. Orbit juga mengingatkan bahwa Allah tidak menyukai hamba yang enggan berdoa karena hal itu mencerminkan kesombongan. Doa, katanya, adalah simbol kepatuhan dan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Tuhannya.
“Yakinlah, tidak ada doa seorang Muslim yang sia-sia. Semua didengar dan dijawab oleh Allah, hanya bentuk dan waktunya yang mungkin berbeda dari harapan kita,” tuturnya.
Ia pun mengajak umat Islam menjadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum untuk memperbanyak doa dengan penuh adab, keyakinan, dan ketaatan.
“Marilah kita panjatkan selaksa doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yakinlah, semua keinginan yang terbaik bagi kita pasti akan dikabulkan sesuai janji-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 186,” pungkasnya. (LWM)

