RELUNG.ID- Operasi Pekat Musi 2026 yang berlangsung selama 16 hari mencatat capaian signifikan. Polda Sumatera Selatan berhasil mengungkap sebanyak 3.243 kasus dengan 3.565 tersangka diamankan.
Operasi ini digelar untuk memastikan ibadah Ramadhan 1447 Hijriah berlangsung aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya,mengatakan Ops Pekat Musi bukan sekadar operasi rutin, melainkan instrumen strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah pada momentum sosial-keagamaan yang memiliki sensitivitas tinggi.
“Dari total kasus yang terungkap, premanisme mendominasi dengan 1.691 kasus, disusul minuman keras 568 kasus dan street crime 309 kasus. Aparat juga mengungkap 132 kasus narkoba, 132 prostitusi, 119 perjudian, serta 250 kasus petasan,” ujar Nandang.
Selain penindakan, personel juga melakukan 16 penertiban kampung narkoba dan 26 penertiban tempat hiburan malam (THM).
Sebanyak 858 kasus masuk dalam target operasi (TO), sedangkan 2.385 lainnya merupakan hasil pengembangan non-TO. Hal ini mencerminkan inisiatif aktif personel di lapangan dalam menindak potensi gangguan kamtibmas.
Seluruh kegiatan operasi terdokumentasi melalui sistem Early Warning System (EWS) dan Smart Operation Technology (SOT). Tercatat 7.782 kegiatan EWS dan 164.626 kegiatan SOT selama operasi berlangsung.
“Dari total tersebut, tidak ada satu pun kegiatan berstatus level tinggi,” jelasnya.
Data tersebut menunjukkan eskalasi gangguan keamanan berhasil dicegah sebelum berkembang menjadi ancaman serius.
Berdasarkan data, Polres Lubuklinggau mencatat 429 kegiatan/kasus, disusul Polres Muara Enim sebanyak 426 kasus dan Polres Musi Rawas 414 kasus.
Di tingkat satuan kerja (satker) Polda, Dit Samapta mencatat 50 kasus, Dit Resnarkoba 14 kasus, serta Dit Reskrimum dan Dit Res PPA & PPO masing-masing tiga kasus.
“Operasi Pekat Musi 2026 membuktikan bahwa Polda Sumsel tidak memberi ruang bagi penyakit masyarakat berkembang di bulan suci Ramadhan. Lebih dari tiga ribu kasus yang terungkap adalah bentuk perlindungan nyata terhadap masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, stabilitas keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga hasil sinergi dengan masyarakat. Keberhasilan operasi ini berdampak langsung pada terciptanya suasana Ramadhan yang aman dan kondusif.
Polda Sumsel memastikan seluruh perkara diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan penegakan hukum tetap berlanjut meski operasi telah resmi berakhir.[FZP]

