Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Budayawan Soroti Tugu Ikan Belido di BKB, Dinilai Tak Selaras dengan Sejarah Kawasan
Regional

Budayawan Soroti Tugu Ikan Belido di BKB, Dinilai Tak Selaras dengan Sejarah Kawasan

alwiBy alwi31/03/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Tugu Ikan Belida di BKB Palembang. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Penempatan Tugu Ikan Belido di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) kembali menuai sorotan.

Budayawan Palembang, Vebri Al Lintani, menilai keberadaan ikon tersebut perlu ditinjau ulang dari perspektif sejarah dan tata ruang budaya.

Baca juga :   Perkuat Riset dan Pelestarian Budaya, UIN Raden Fatah Dapat Hibah Artefak

Menurut Vebri, kawasan BKB bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perjalanan Kota Palembang.

Ia mengingatkan bahwa setiap simbol yang ditempatkan di ruang publik semestinya memiliki keterkaitan dengan narasi sejarah kawasan tersebut.

“BKB adalah simbol kekuatan politik dan peradaban Palembang pada masa Kesultanan. Karena itu, penempatan ikon di kawasan ini seharusnya memperkuat narasi sejarah tersebut,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Baca juga :   123 Personel Polrestabes Palembang Siap Amankan Nobar Timnas di BKB

Sebagaimana diketahui, Benteng Kuto Besak dibangun pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin I pada akhir abad ke-18 dan menjadi pusat kekuasaan Kesultanan Palembang Darussalam.

Sementara itu, Tugu Ikan Belido yang berdiri di kawasan tersebut diresmikan pada 11 Februari 2018 oleh Wali Kota Palembang saat itu, Harnojoyo.

Tugu ini menampilkan patung ikan belido berukuran besar dan dibangun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Bukit Asam Tbk.

Baca juga :   Nyaris Putus, Warga Gotong Royong Bangun Talud di Jalan Provinsi

Vebri mengakui bahwa ikan belido memiliki kedekatan kuat dengan identitas masyarakat Palembang, terutama sebagai bahan utama kuliner khas seperti pempek. Namun, ia menilai persoalan muncul pada konteks penempatannya.

“Ikan belido memang bagian dari identitas masyarakat sungai. Tapi ketika ditempatkan di ruang sejarah kesultanan, terjadi ketidaksinkronan antara simbol kuliner dengan narasi sejarah yang ada,” jelasnya.

Dalam pandangannya, kawasan bersejarah seperti BKB seharusnya menampilkan simbol yang berkaitan langsung dengan sejarah kesultanan atau ornamen tradisional Melayu Palembang.

Baca juga :   Aksi 12.12 Menggema di Kantor Gubernur: Publik Desak Selamatkan BKB dari “Bayang-bayang Beton”

Ia menyarankan agar ikon seperti Tugu Ikan Belido lebih tepat ditempatkan di kawasan yang merepresentasikan kehidupan masyarakat sungai atau pusat kuliner, sehingga makna simboliknya lebih sesuai dengan konteks ruang.

Selain itu, Vebri juga menyinggung aspek nilai keagamaan. Menurutnya, bentuk patung makhluk hidup secara utuh dinilai kurang sejalan dengan nilai yang dianut masyarakat Palembang Darussalam.

“Penataan simbol kota sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan aspek estetika, tetapi juga keselarasan dengan nilai budaya dan keyakinan masyarakat,” tambahnya.

Baca juga :   Juru Parkir di BKB Palembang Dikeroyok, Satu Pelaku Gunakan Pedang


Ia menegaskan bahwa peninjauan ulang posisi Tugu Ikan Belido bukan untuk menolak keberadaannya, melainkan sebagai upaya memperkuat identitas kota melalui penataan ruang yang lebih tepat.

“Setiap ikon kota harus memiliki konteks yang jelas agar mampu memperkuat karakter dan sejarah Palembang secara utuh,” pungkasnya. (DSK)

BKB Budayawan Tugu Belido
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleStatistik Unggul, Hasil Nihil: Sumsel United Diminta Bangkit Lawan Persiraja
Next Article Diduga Sakit, Pria Paruh Baya di Palembang Ditemukan Tewas di Rumahnya
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,886 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,758 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,732 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?