RELUNG.ID – Banjir yang melanda sejumlah titik di Kecamatan Muara Enim ini mendapat perhatian khusus.
Salah satunya dengan digelarnya rapat bersama lurah hingga kepala desa pada Jumat kemarin (17/4/2026).
Dalam rapat yang dihadiri langsung Bupati Muara Enim Edison ini difokuskan pada evaluasi sistem drainase dan normalisasi sungai sebagai upaya cepat mengatasi genangan yang terjadi akibat hujan ekstrem beberapa hari terakhir.
Berdasarkan laporan menyebutkan sebanyak 652 rumah dan kepala keluarga terdampak banjir, dengan rincian Kelurahan Pasar II sebanyak 450 dan Desa Air Lintang 202.
Edison menyampaikan titik genangan terjadi di beberapa ruas jalan utama, seperti Jalan RA Kartini, depan GOR Pancasila, Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II, dan Jalan Jenderal Sudirman.
Menurutnya, faktor penyebab banjir tidak hanya curah hujan tinggi, tetapi juga drainase tersumbat akibat pembangunan, meluapnya Sungai Aur, serta kolam retensi yang bermasalah karena pintu air terlalu kecil.
Dalam arahannya, bupati meminta OPD terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas dan kondisi sistem drainase di wilayah terdampak.
“Saya tekankan bahwa perbaikan kolam retensi dengan memperbesar pintu air, normalisasi sungai, serta pembersihan gorong-gorong harus menjadi prioritas utama,” tegas Edison.
Selain itu, Edison juga menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk melakukan audit teknis terhadap pembangunan irigasi yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir.
Dia menilai langkah ini penting agar setiap proyek pembangunan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
Dirinya meminta seluruh pihak merespons cepat dan bersinergi dalam penanganan banjir. Ia menekankan bahwa penguatan sistem mitigasi bencana harus segera dijalankan agar masyarakat lebih terlindungi dari risiko serupa di masa mendatang. (NVS)

