RELUNG.ID – Kinerja Wali Kota Palembang, Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam kembali disorot publik.
Sejumlah warganet meluapkan kekecewaan mereka melalui kolom komentar dalam video viral “Menagih Dasa Cita Ratu Dewa – Prima Salam di Tengah Banjir: Keluhan Warga Palembang yang Tak Kunjung Kelar” yang diunggah akun Facebook @Redaksi.Relung.
Keluhan warga didominasi persoalan klasik yang dinilai belum tuntas seperti banjir dan jalan rusak, bahkan di pusat kota.
Akun Oberlin Sihombing mempertanyakan slogan “JaMu” (Jalanan Mulus) yang digaungkan Ratu Dewa-Prima Salam saat kampanye beberapa waktu lalu. Ia mengaku menemukan kondisi jalan yang justru jauh dari kata layak.
“Jalan mulus? Kemarin saya lewat Ampera sampai simpang Kampus Poltekpar, jalannya rusak padahal itu di jantung kota. Bagaimana ini Pak Wali, tidak sesuai lagi istilah ‘JaMu’ itu,” tulisnya.
Keluhan serupa disampaikan Muhammad Yusuf yang menyoroti kondisi banjir dan kerusakan infrastruktur, termasuk di kawasan flyover Jakabaring.
“Banjir, jalan banyak rusak. Coba lihat flyover Jakabaring, dua-duanya rusak parah. Sudah berapa kali orang jatuh, tapi belum ada tindakan,” komentarnya.
Nada sindiran juga muncul dari akun Denis Pratama yang menyebut janji penyelesaian keluhan warga hanya sebatas jargon.
“Kelakar: keluhan langsung kelar… kelakar bae,” tulisnya disertai emotikon tertawa.
Meski begitu, ada pula warganet yang tetap berharap perbaikan. Oto Iskandar mengingatkan pemerintah untuk menepati janji kampanye, sembari mengajak masyarakat ikut berperan menjaga lingkungan.
“Semoga dengan diingatkan janji saat pilkada dan viralnya banjir ini, pemerintah dan dinas terkait bisa menuntaskan masalah. Kita sebagai warga juga harus sadar buang sampah pada tempatnya,” tulisnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa dalam pernyaaan resminya menjelaskan, telah mempersiapkan program penanganan jangka pendek, menengah dan panjang.
Dalam jangka pendek, pemerintah akan rutin membersihkan saluran air dari sampah dan endapan lumpur, serta menambah pompa portable untuk mempercepat penyedotan air di titik-titik rawan banjir.
Sementara itu, untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah telah menganggarkan perluasan kolam retensi di beberapa wilayah sebagai upaya menampung air hujan.
“Kami juga akan membentuk Satgas Banjir yang siap diterjunkan saat kondisi darurat,” terangnya.
Terkait kritik dari masyarakat, Dewa mengaku siap menerima kritik yang datang. “Bagi saya nak pahit,asam, kelet silahkan saja yang penting kita jawab dengan kerja keras, bekerja terus, berbuat yang terbaik. Kalaupun kebaikan kita tidak dihargai tidak masalah. Saya pikir terus saja jalan ,” pungkasnya. (KPB)

