Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Atasi Masalah Sampah, Anggota DPRD Dorong Pembangunan 107 Kampung Zero Waste di Palembang
Politik

Atasi Masalah Sampah, Anggota DPRD Dorong Pembangunan 107 Kampung Zero Waste di Palembang

ADMINBy ADMIN24/05/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Okdi Priantoro. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Permasalahan sampah di Kota Palembang kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Okdi Priantoro, mendorong lahirnya konsep kampung zero waste sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dinilai lebih efektif dan berkelanjutan.

Gagasan itu disampaikan Andreas saat menjadi narasumber dalam seminar pengelolaan lingkungan berbasis inovasi di Aula Fakultas Sains dan Teknologi Program Studi Teknik Industri Universitas Katolik Musi Charitas, Jumat (22/5/2026).

Baca juga :   Wakil Ketua DPRD Sumsel Desak Pertamina Atasi Antrean Panjang Solar

Menurut Andreas, pola penanganan sampah di Palembang tidak bisa lagi hanya mengandalkan sistem lama berupa pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ia menilai pendekatan tersebut sudah tidak cukup menghadapi tingginya volume sampah perkotaan.

“Hari ini saya diundang oleh teman-teman UKMC untuk melaksanakan seminar berkaitan dengan lingkungan. Saya membawa pesan dan inovasi terkait pembangunan kampung zero waste di Kota Palembang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep zero waste merupakan sistem pengelolaan sampah yang menekankan pemilahan, pengolahan, dan daur ulang sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga. Dengan pola tersebut, volume sampah yang dikirim ke TPA dapat ditekan secara signifikan.

Baca juga :   Wakil Ketua DPRD Bandung Beberkan Penghasilan Rp90 Juta, Klaim Hanya Terima Bersih Rp40 Juta

Menurut Andreas, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut. Warga tidak lagi hanya menjadi penghasil sampah, tetapi ikut menjadi bagian dari solusi pengelolaan lingkungan.

“Kalau masyarakat dilibatkan sejak awal, mulai dari memilah sampah organik dan anorganik di rumah, maka beban TPA bisa berkurang cukup besar. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Sebagai anggota Komisi III DPRD Kota Palembang yang membidangi pembangunan dan lingkungan, Andreas menilai konsep kampung zero waste bukan hanya berdampak terhadap kebersihan kota, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru di tengah masyarakat.

Baca juga :   Ratu Dewa dan Prima Salam Tandatangani Fakta Integritas Kebudayaan

Ia menyebut pengelolaan sampah berbasis komunitas dapat mendorong tumbuhnya bank sampah, usaha daur ulang, hingga produk kreatif berbahan limbah rumah tangga yang memiliki nilai jual.

“Kami mendorong pembangunan 107 kampung zero waste di Kota Palembang. Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga peningkatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Andreas juga menyoroti masih minimnya fasilitas penunjang pengelolaan sampah di berbagai wilayah Kota Palembang. Menurutnya, selama ini penanganan sampah lebih banyak berhenti pada sosialisasi dan penegakan aturan, sementara sarana dasar di lapangan belum memadai.

Baca juga :   Revitalisasi Pasar 16 Ilir Palembang Picu Pro Kontra di Kalangan Pedagang

“Selama ini masih sebatas kampanye penegakan hukum. Padahal fasilitas dasar seperti kotak sampah di jalan dan lorong masih sangat minim,” katanya.

Ia menilai Pemerintah Kota Palembang perlu menghadirkan kebijakan yang lebih konkret dan terintegrasi, mulai dari penyediaan sarana pemilahan sampah, penguatan bank sampah, hingga dukungan terhadap komunitas lingkungan di tingkat kelurahan.

Selain itu, Andreas menegaskan konsep zero waste juga memiliki dampak besar terhadap pengurangan emisi karbon. Pengolahan sampah langsung di wilayah sumber dinilai mampu menekan emisi karbon dioksida hingga 30 sampai 60 persen dibanding sistem pengangkutan konvensional yang bergantung penuh pada TPA.

Baca juga :   Begal Subuh Kembali Hantui Palembang, Wanita Kehilangan Motor Usai Ditodong Diduga Senjata Api

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat, dunia pendidikan, komunitas lingkungan, bank sampah, hingga sektor pembangunan agar pengelolaan sampah berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Persoalan sampah ini harus menjadi perhatian bersama. Kalau masyarakat bergerak bersama, saya yakin Palembang bisa menjadi kota yang lebih bersih dan sehat,” pungkasnya. (KPB)

DPRD Palembang Palembang Zero Waste
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBlackout Sumatera, Mahasiswi UMP Terjebak di Lift Hampir Satu Jam
Next Article Pangdam II/Sriwijaya Tegaskan Tak Ada Toleransi Bagi Prajurit Pelaku Penembakan Pratu FAA
ADMIN

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Regional

Pembina Pramuka di Palembang Ditangkap Usai Lecehkan 8 Siswa SMP

10/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,863 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,738 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,711 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?