RELUNG.ID – Seorang Sales Promotion Girl (SPG) minuman di sebuah swalayan di Kota Solo diduga menjadi korban pelecehan seksual saat sedang bekerja.
Dugaan aksi tak senonoh tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial, memicu kecaman dari warganet.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, korban terlihat sedang merapikan dan memeriksa barang di area etalase swalayan. Tak lama kemudian, seorang pria berbaju merah tampak berjalan mendekati dari arah belakang.
Sebelum melintas di dekat korban, pria tersebut terlihat beberapa saat memperhatikan situasi di sekitarnya. Setelah itu, ia diduga mengarahkan telepon genggam yang dibawanya ke bagian bawah rok korban sambil berjalan melewati lokasi tempat korban berdiri.
Potongan rekaman CCTV tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun Instagram @basevox pada Jumat (19/6/2026).
Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut pria berbaju merah diduga sengaja merekam bagian bawah rok korban saat korban sedang menjalankan pekerjaannya.
Merasa dirugikan, korban yang didampingi kuasa hukumnya akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Solo pada Kamis (18/6). Laporan itu dibuat atas dugaan tindak pidana pelecehan seksual.
Korban berharap pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku agar memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa menimpa orang lain.
“Saya maunya pelaku mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Kalau bisa dipenjara, sanksi sosial juga bisa, supaya tidak ada korban selanjutnya,” ujar korban kepada wartawan di Mapolresta Solo.
Korban mengaku tidak mempermasalahkan rekaman CCTV tersebut menjadi viral, meskipun dirinya turut terlihat dalam video.
Menurutnya, perhatian publik justru dapat membantu mengungkap pelaku dan mencegah terulangnya tindakan serupa.
“Kalau malu sih tidak. Justru saya berterima kasih karena viral. Kalau sudah viral, semoga pelaku tidak melakukan lagi,” katanya.
Sementara itu, kuasa hukum korban, Kevin Ardya Primatama, mengatakan pihaknya hingga kini belum mengetahui identitas pasti terduga pelaku. Informasi yang beredar di media sosial masih sebatas dugaan dari komentar para warganet.
“Hanya sebatas informasi dari netizen, belum bisa dipastikan identitasnya,” ujar Kevin.
Ia juga menegaskan bahwa pihak korban bukan pihak yang menyebarluaskan rekaman CCTV tersebut ke media sosial.
“Saya kurang tahu siapa yang memviralkan. Yang jelas bukan dari pihak kami,” tuturnya.
Terpisah, Kasi Humas Polresta Solo, AKP Lingga Ramadhani, membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual tersebut. Saat ini, kasus tengah ditangani oleh Satreskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Solo.
“Korban sudah membuat laporan resmi ke Polresta Solo dan saat ini sedang ditindaklanjuti. Tim telah melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman CCTV di lokasi serta mengidentifikasi saksi-saksi yang berada di tempat kejadian,” kata Lingga.
Polisi masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap identitas terduga pelaku dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (vid)

