RELUNG.ID – Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat yang dipanggil Yopi Karim melantik 528 Ketua RT (Rukun Tetangga) terpilih di kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan di gedung kesenian Pemkot Lubuklinggau pada Kamis, (9/7/2026).
Yopi meminta Ketua RT yang dilantik agar menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Meskipun sambung Yopi, kondisi fiskal APBD kota Lubuklinggau saat ini sedang tidak baik-baik saja. Namun untuk insentif Ketua RT menurutnya, tidak akan dikurangi.
“Tetap dapat Rp1,2 juta per bulan selama 12 bula sampai berakhir di masa jabatan di tahun 2031,” katanya.
Yopi juga menambahkan, jangan sampai dengan pemilihan Ketua RT secara langsung kemarin terjadi kotak-kotak di wilayah Lubuklinggau. Kemudian apabila ada masalah, Ketua RT harus mengurusnya tanpa memilah-milah.
“Karena RT ini merupakan garda terdepan dan pembangunan Kelurahan maupun pembangunan kota Lubuklinggau. Jangan karena dia tidak memilih, kedepan mau mengurus KTP diminta Rp50 ribu, diminta Rp100 ribu. Jangan pernah dilakukan hal seperti itu,” ujarnya.
Karena itu menurut Yopi, insentif Ketua RT dinaikan supaya tidak terjadi pungli dibawah. Sebab sambungnya, di birokrasi sekarang tidak ada lagi yang namanya urusan birokrasi pakai uang. Apalagi urusan yang dilakukan oleh Ketua RT baik di Disdukcapil untuk membuat KTP dan KK.
“Maupun dia untuk urusan pernikahan maupun untuk urusan di Kelurahan,” ungkapnya.
Selain itu, Yopi menekankan kepada Lurah pada saat membuat SPH agar jangan pernah ada tarif. Apalagi itu untuk kegiatan sosial maupun kegiatan ibadah.
“Pernah di tempat saya untuk membuat SPH untuk gudang amal kematian, itu mengurus SPH nya harus diminta sekian juta. Nah untuk di zaman kami bersama Pak Rustam, tidak ada lagi yang seperti itu,” tegasnya.
“Kalau pun masih ada kedapatan pungli itu kami minta ketua RT lapor dengan kami langsung. Mudah-mudahan hari itu juga Lurah itu langsung kita evaluasi,” timpalnya.
Bahkan kata, Yopi menambahkan, sama halnya dengan Ketua RT. Karena itu menurutnya, dalam SK telah ditetapkan bahwa ada sanksi administrasi baik itu penundaan insentif bahkan sampai ke pemberhentian.
“Pemilihan RT kita sudah selesai, besar harapan kami, seluruh Ketua RT yang diamanatkan untuk selalu bersinergi dengan Pemkot Lubuklinggau,” pungkasnya. (LWM)

