RELUNG.ID– Keahlian memegang kunci dan mengoperasikan mesin gerinda membawa Roy, seorang tukang kunci asal Ciawi, Kabupaten Bogor, masuk ke dalam salah satu pengungkapan kasus yang tengah menjadi sorotan nasional.
Pria yang sehari-hari melayani jasa membuka pintu rumah maupun kendaraan yang terkunci itu mengaku tidak menyangka akan diminta membantu aparat kepolisian membongkar sebuah brankas rahasia yang belakangan diketahui berisi 74 kilogram emas dan uang asing bernilai fantastis.
Roy menceritakan, dirinya menerima telepon dari petugas kepolisian sekitar pukul 21.30 WIB. Ia diminta segera datang untuk membuka sebuah tempat penyimpanan yang tidak dapat diakses.
Tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Roy bersama seorang rekannya langsung menuju lokasi yang diarahkan polisi di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.
Sesampainya di lokasi, ia mendapati sebuah rumah mewah yang sedang digeledah oleh tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Di bawah pengawasan aparat, Roy kemudian diminta membuka sebuah brankas berukuran besar yang tersembunyi di balik lemari salah satu kamar.
“Bukan brankas umumnya ya, ada ruangan. Jadi itu ditutup kayak lemari Pak. Posisinya di belakang lemari,” ujar Roy, seperti dikutip dari tayangan Instagram @kompascom, Kamis (9/7/2026).
Menurut Roy, brankas tersebut memiliki konstruksi yang sangat kuat. Selain diperkirakan bernilai lebih dari Rp20 juta, brankas itu dibuat dengan dua lapis baja tebal dan menyatu dengan tembok sehingga menyerupai sebuah ruang penyimpanan rahasia.
Karena tidak tersedia kunci akses, Roy memutuskan menggunakan mesin gerinda untuk memotong bagian pengunci pelat baja. Berbekal pengalaman sebagai tukang kunci, ia berhasil menjebol pintu brankas hanya dalam waktu sekitar 15 menit.
Setelah pintu berhasil dibuka, tim gabungan menemukan 74 kilogram emas serta uang asing senilai ratusan miliar rupiah yang tersimpan di dalam ruang rahasia tersebut.
Meski menjadi orang yang membuka akses ke brankas itu, Roy mengaku tidak ikut memeriksa isi ruangan karena menyadari hal tersebut merupakan kewenangan penyidik.
“Yang saya lihat sih koper-koper aja, enggak masuk ke dalam, kan cuma lihat di luar aja,” ujarnya.
Pengakuan Roy memberikan gambaran mengenai proses terbukanya brankas rahasia yang menjadi salah satu barang bukti penting dalam pengungkapan kasus yang kini masih terus didalami oleh penyidik.[YKP]

