Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno»Penjualan Smartphone Global Turun 4 Persen pada Kuartal II, Samsung dan Apple Perkuat Pangsa Pasar
Techno

Penjualan Smartphone Global Turun 4 Persen pada Kuartal II, Samsung dan Apple Perkuat Pangsa Pasar

alwiBy alwi14/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
ilustrasi smartphone. (Istimewa/net)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pasar smartphone global mengalami tekanan pada kuartal II 2026. Lembaga riset pasar Omdia melaporkan penjualan smartphone dunia turun 4 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada periode April–Juni 2026.

Hal ini dipicu kenaikan biaya produksi akibat krisis memori yang masih berlangsung.

Baca juga :   Samsung Hadirkan Fitur Keamanan Baru di One UI 8

Dalam laporan tersebut, Omdia menyebut kenaikan harga komponen, terutama memori dan penyimpanan, telah membuat harga smartphone semakin mahal sehingga berdampak pada penurunan permintaan, khususnya di segmen ponsel terjangkau.

Meski pasar secara keseluruhan melemah, Samsung dan Apple justru berhasil memperbesar pangsa pasar mereka.

Samsung masih menjadi pemimpin pasar dengan pangsa sebesar 22 persen, naik dari 20 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Baca juga :   Tahun Depan, Microsoft Bakal Hentikan Dukungan untuk Aplikasi Android di Windows

Sementara Apple mencatat kenaikan signifikan dari 16 persen menjadi 20 persen, sekaligus mempersempit jarak dengan Samsung.

Sebaliknya, sejumlah produsen asal Tiongkok mengalami penurunan pangsa pasar. Xiaomi turun dari 15 persen menjadi 11 persen, Oppo dari 12 persen menjadi 10 persen, sedangkan vivo turun dari 9 persen menjadi 8 persen.

Omdia menilai keberhasilan Samsung didorong oleh penguatan penjualan di segmen ponsel terjangkau, ketika beberapa pesaing asal Tiongkok mengurangi jumlah produk dan menaikkan harga jual.

Baca juga :   Penjualan Tablet Global Naik 13 Persen di Kuartal II 2025, Apple Tetap Pimpin Pasar

Sementara itu, Apple membukukan kinerja kuartal kedua terbaik sepanjang sejarah perusahaan.

Pencapaian tersebut ditopang oleh tingginya permintaan terhadap seri iPhone 17 serta keputusan perusahaan untuk mempertahankan harga jual perangkat.

Analis Utama Omdia, Runar Bjorhovde, mengatakan penurunan penjualan paling terasa terjadi pada smartphone dengan harga di bawah 400 dolar AS.

Baca juga :   Samsung Sindir iPhone Lewat Iklan Baru, Soroti Keunggulan Ponsel Lipat

Menurutnya, segmen tersebut paling terdampak karena menghadapi kendala pasokan komponen, margin keuntungan yang tipis, serta tingkat sensitivitas konsumen terhadap harga yang sangat tinggi.

Omdia mencatat biaya memori dan penyimpanan kini menyumbang lebih dari 60 persen dari total biaya produksi smartphone kelas bawah dan lebih dari 30 persen untuk perangkat premium.

Lembaga riset tersebut memperkirakan harga komponen memori baru akan mulai menurun pada paruh kedua 2027. Namun, harganya diprediksi tetap berada di atas level sebelum 2025.

Baca juga :   Mulai Dijual November, Berikut Peningkatan Sony PS5 Pro

Ke depan, Omdia memperkirakan tekanan terhadap pasar smartphone masih akan berlanjut. Penurunan penjualan diperkirakan semakin tajam pada kuartal III dan kuartal IV 2026.

Kondisi tersebut dipicu kecenderungan produsen yang semakin fokus menjual perangkat di segmen premium, sehingga pilihan smartphone murah semakin terbatas.

Akibatnya, konsumen dengan anggaran terbatas diperkirakan akan menunda pembelian, memilih skema pembiayaan, atau beralih ke perangkat bekas maupun refurbished. (LWM)

Apple OPPO Samsung Smartphone Xiaomi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDua Kali Jadi Korban Pencurian Kelapa, Pemilik Kebun Merugi Rp60 Juta
Next Article Pemkot Pagar Alam Tata Ulang Pasar Nendagung, Ratusan Pedagang Direlokasi ke Dalam Gedung
alwi

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20263 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,959 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,829 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,801 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?