RELUNG.ID – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) juga terjadi di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Kondisi berdampak pada penyebaran Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muratara Tasman Manjid menjelaskan, dampak dari kabut asap bukan hanya mengakibatkan penyakit ISPA saja, akan tetapi juga menimbulkan mata merah, perih, gatal, serta iritasi dan peradangan pada kulit. Selain itu juga membuat penurunan daya tahan tubuh.
“Ya masyarakat harus lebih waspada terhadap kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Muratara, karena bukan hanya mengakibatkan penyakit ISPA saja, akan tetapi juga bisa mengakibatkan penyakit lain,”jelasnya. Jumat (18/9)
Ia menambahkan tren kasus ISPA di Kabupaten Muratara selama minggu ke Satu sampai dengan minggu ke 36 tahun 2026 menunjukan pola fluktuatif dengan peningkatan yang cukup jelas.
Masih kata Tasman dapat dilihat pada minggu ke 32 mencapai 211 kasus, penyakit ISPA terus mengalami peningkatan pada minggu ke 33 mencapai 234 kasus dan pada minggu ke 34 mencapai 260 kasus. Kemudian pada minggu ke 35 mencapai 297 kasus.
“Untuk sekarang udara kurang sehat, karena diakibatkan kabut asap yang sangat begitu pekat. Terlihat penyakit ISPA di Kabupaten Muratara terus meningkat,”katanya.
Ia menghimbau kepada masyarakat setiap keluar rumah harus memakai masker, kurangi aktivitas diluar rumah, tutup pintu dan jendela, perbanyak minum air putih serta apabilah daya tahan tubuh melemah harus cek kesehatan ke dokter.
“Kalau melihat kondisi sekarang ada baik masyarakat mengurangi aktivitas diluar rumah dan apabilah keluar memakai masker. Karena kondisi udara sekarang kurang baik,” imbaunya. (LTM)

