Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Asap Karhutla Meluas, Dinkes Sumsel Siagakan Fasilitas Kesehatan dan Waspadai Lonjakan ISPA
Regional

Asap Karhutla Meluas, Dinkes Sumsel Siagakan Fasilitas Kesehatan dan Waspadai Lonjakan ISPA

alwiBy alwi06/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kondisi asap karhutla di Tol Kayuagung-Palembang. (Dok Manggala Agni)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kini mulai meluas dan berdampak kepada kualitas udara di sejumlah wilayah di Sumsel.

Hal ini memicu kekhawatiran terhadap dampak kesehatan masyarakat, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Baca juga :   Meningkat 15 Persen, ISPA di Sumsel Tembus 44.224 Kasus di Bulan Agustus

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogahtriyah, mengatakan pihaknya telah diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

“Kami sudah meminta seluruh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, memperkuat surveilans penyakit, hingga menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan apabila terjadi peningkatan kasus,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Melalui surat edaran tersebut, pemerintah daerah diminta mengoptimalkan koordinasi lintas sektor, meningkatkan edukasi mengenai bahaya kabut asap, mengaktifkan pemantauan kualitas udara, hingga memastikan puskesmas, pustu, poskesdes, dan rumah sakit siap memberikan pelayanan jika jumlah pasien meningkat.

Baca juga :   Doktif Tantang Richard Lee Bongkar Bukti, Perseteruan di Tengah Sidang Makin Memanas

Selain itu, kabupaten dan kota yang terdampak karhutla juga diminta menyiapkan posko kesehatan, menyediakan logistik yang memadai, serta melaporkan perkembangan kasus ISPA dan pneumonia setiap pekan sebagai bahan evaluasi.

Meski kewaspadaan ditingkatkan, data Dinkes Sumsel menunjukkan tren kasus ISPA sepanjang Januari hingga Juni 2026 masih lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Januari 2026 tercatat 50.651 kasus dan menurun menjadi 33.582 kasus pada Juni. Sementara pada 2025, jumlah kasus mencapai 45.131 pada Januari dan meningkat menjadi 40.067 kasus pada Juni.

Baca juga :   Tak Berikan Nafkah Anak, Pria di Palembang Ditetapkan Tersangka

Namun menurut Ira, penurunan tersebut belum bisa menjadi jaminan kondisi tetap aman karena musim kemarau baru memasuki puncaknya. Jika kabut asap semakin pekat, risiko gangguan kesehatan diperkirakan ikut meningkat.

“Semester pertama memang menunjukkan tren yang lebih baik, tetapi memasuki Agustus hingga September kita tetap harus waspada karena kualitas udara berpotensi menurun akibat karhutla,” katanya.

Palembang masih menjadi daerah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi di Sumsel dengan 85.032 kasus. Disusul Muara Enim sebanyak 30.668 kasus, Musi Banyuasin 17.946 kasus, OKU Timur 15.109 kasus, Banyuasin 14.140 kasus, Musi Rawas 13.700 kasus, serta Lahat 13.523 kasus. Ribuan kasus juga tercatat di OKI, Ogan Ilir, Lubuklinggau, Prabumulih hingga Pagar Alam.

Baca juga :   Asap Karhutla Memburuk, Dinkes Sumsel Wanti-wanti Ancaman ISPA

Ira menjelaskan ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan mulai dari hidung hingga paru-paru. Penyakit ini dapat dipicu oleh virus, bakteri, jamur maupun paparan polusi udara, termasuk asap kebakaran hutan dan lahan.

Gejala yang paling sering muncul meliputi batuk, pilek, hidung tersumbat, demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas.

Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami sesak napas, nyeri dada, demam tinggi berkepanjangan bahkan bibir membiru yang membutuhkan penanganan medis segera.

Baca juga :   Misi Kemanusiaan di Aceh Selesai, 100 Personel Brimob Polda Sumsel Kembali ke Palembang

Kelompok yang paling rentan terdampak ialah balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis karena memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah terhadap paparan polusi udara.

Dinkes Sumsel mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah pencegahan sejak dini, seperti menjaga kualitas udara di dalam rumah, menghindari asap rokok dan pembakaran sampah, menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk berkepanjangan, demam tinggi, atau sesak napas.

Baca juga :   Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Lampu Jalan, Kejari Geledah Kantor Dishub Palembang

“Jangan menunggu sampai kondisi menjadi berat. Bila keluhan tidak membaik atau muncul sesak napas, segera datang ke puskesmas atau rumah sakit agar dapat ditangani lebih cepat,” tutupnya. (THQ)

Asap Karhutla Dinkes Sumsel ISPA
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleViral Kopdes Merah Putih Berdiri di Kaki Gunung Ciremai, Dudung: Dibangun untuk Layani Warga Pedesaan
Next Article Dokter Tifa Mundur dari Polemik Ijazah Jokowi, Pilih Kembali Fokus di Dunia Kesehatan
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,892 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,765 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,737 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?