RELUNG.ID – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Minggu (2/8/2026).
Musda kali ini tidak hanya menjadi forum memilih ketua baru, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi untuk meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar pada Pemilu 2029.
Pembukaan Musda dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru, Wakil Gubernur Cik Ujang, Wakil Ketua DPR RI Kahar Muzakir, jajaran pengurus DPP Partai Golkar, kepala daerah, anggota DPR RI dan DPRD, pimpinan partai politik, organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar, serta ratusan kader Golkar dari seluruh Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan Musda memiliki tiga agenda utama, yakni mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan, menyusun rekomendasi organisasi, serta memilih Ketua DPD Partai Golkar Sumsel periode berikutnya.
“Musda ini memiliki tiga agenda utama, yakni mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan, menyusun rekomendasi organisasi, dan memilih Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan,” katanya.
Namun, di balik agenda organisasi tersebut, Bahlil menekankan target politik yang lebih besar, yakni meningkatkan kekuatan Partai Golkar pada Pemilu mendatang.
Ia meminta seluruh kader menjadikan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) sebagai pedoman dalam menyusun strategi politik. Salah satu target yang dipasang adalah menambah perolehan kursi DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang saat ini berkisar 11 hingga 12 kursi.
Target serupa juga diberlakukan bagi seluruh DPD Partai Golkar di tingkat kabupaten dan kota.
“Kalau kita ingin Partai Golkar semakin besar dan menambah kursi, maka kita harus turun langsung mendengar keinginan rakyat. Aspirasi masyarakat harus diperjuangkan menjadi keputusan politik. Kalau itu tidak dilakukan, bukan tidak mungkin kita akan ditinggalkan rakyat,” tegasnya.
Selain meningkatkan kursi legislatif, Bahlil juga meminta seluruh kader dan Fraksi Partai Golkar di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah.
Menurutnya, sebagai partai yang berada di dalam pemerintahan, Golkar memiliki tanggung jawab mengawal berbagai program pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Seluruh anggota Fraksi Golkar di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota harus menjadi bagian dari solusi dan mendukung pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bahlil juga menegaskan komitmen Partai Golkar untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Kita harus konsisten mengawal dan mendukung seluruh program pemerintah demi kemajuan bangsa dan negara,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, Wihaji, mengajak seluruh kader menjaga soliditas partai menjelang agenda politik berikutnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan kader yang telah menjaga roda organisasi tetap berjalan selama dirinya memimpin sebagai pelaksana tugas.
“Terima kasih kepada seluruh kader yang selama lebih dari satu tahun bersama-sama menjaga organisasi tetap berjalan dengan baik. Seluruh mekanisme organisasi dapat dilaksanakan berkat kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Wihaji menegaskan tujuan utama seluruh aktivitas partai adalah memenangkan kepercayaan rakyat melalui jalur demokrasi.
“Seluruh aktivitas partai pada akhirnya bermuara pada bagaimana memenangkan pemilu dan memperoleh kepercayaan rakyat melalui jalur demokrasi,” katanya.
Ketua Panitia Musda XI DPD Partai Golkar Sumsel, Rudi Apriadi, mengatakan Musda menjadi forum strategis untuk menentukan arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan sekaligus memilih kepemimpinan baru.
“Musda ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi sekaligus memperkuat semangat kemenangan Partai Golkar pada pemilu dan pilkada yang akan datang,” pungkasnya. (DSK)

