RELUNG.ID-Ayah penyanyi cilik Farel Prayoga, Joko Suyoto, akhirnya menghirup udara bebas setelah menjalani proses hukum terkait kasus judi online.
Tak lama setelah keluar dari penjara, Joko langsung angkat bicara membantah klaim honor Farel Prayoga yang disebut-sebut mencapai Rp10 miliar.
Pernyataan tersebut disampaikan Joko menyusul beredarnya video di media sosial TikTok yang memperlihatkan dirinya meluapkan emosi kepada manajer Farel, Rais.
Dalam video itu, Joko meminta Rais membuktikan ucapannya yang menuding dirinya telah menghabiskan uang hasil kerja Farel hingga Rp10 miliar.
Meski membantah nominal tersebut, Joko tidak menampik bahwa penghasilan putranya dari dunia hiburan memang sudah mencapai angka miliaran rupiah. Namun, menurutnya, jumlah tersebut jauh dari klaim fantastis yang beredar.
“Kalau miliaran memang ada miliaran, tapi kalau sampai Rp10 miliar, jauh sekali nominalnya,” ujar Joko Suyoto saat ditemui di Jakarta Selatan, kemarin.
Saat ditanya mengenai aset yang dimiliki Farel dari hasil kerjanya, Joko menyebut putranya tidak memiliki banyak harta. Ia memastikan Farel tidak mempunyai mobil dan hanya memiliki rumah di kampung halaman.
“Kalau mobil enggak ada. Rumah ada di kampung. Kemarin sempat ada, tapi belum sempat tunas, dijual lagi. Tanah juga dijual, Farel sendiri sama manajernya. Yang lainnya masih tanah-tanah kosong,” kata Joko.
Sementara untuk aset di Jakarta, Joko menegaskan Farel belum memiliki rumah maupun harta lain.
“Di Jakarta enggak punya apa-apa. Paling motornya ada,” ujarnya.
Joko juga mengaku merasa dirugikan oleh sejumlah pernyataan Rais yang disampaikan melalui podcast dan wawancara media. Ia menyebut selama ini memilih diam agar persoalan tidak semakin melebar.
“Saya sebenarnya banyak diam. Setelah Farel bicara, saya diam. Tapi kok malah manajernya yang terus bicara, bahkan satu hari bisa dua sampai tiga kali,” ungkapnya.
Selain itu, Joko turut menyinggung keterlibatan Komnas dalam persoalan tersebut yang menurutnya justru membuat masalah semakin berkembang ke arah lain.
“Kok jadi ke mana-mana sampai ke Komnas. Ke Komnas ngapain? Katanya minta perlindungan,” ucapnya.
Saat disinggung soal pelaporan tersebut, Joko menduga Farel mendapat arahan dari orang dewasa di sekitarnya.
“Kalau Farel enggak dituntun, enggak mungkin tahu. Namanya juga anak kecil. Walaupun dia bilang sudah dewasa, tetap anak kecil. Usianya baru 16 tahun,” jelas Joko.
Sebagai orang tua, Joko mengaku telah berusaha memberikan yang terbaik untuk putranya, meski menyadari masih memiliki banyak keterbatasan.
“Orang tua itu enggak bisa sempurna. Tapi kalau menurut saya, sebenarnya saya sudah puas,” tuturnya.
Ia pun menutup pernyataannya dengan menggambarkan latar belakang kehidupannya sebagai warga kampung.
“Namanya orang kampung ya seperti itu. Di kampung paling bisa ke sawah, beda dengan di kota yang bisa ke mal,” pungkasnya.[YKP]

