RELUNG.ID– Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Dimas, menyoroti keterlibatan personel TNI dalam pengamanan aksi mahasiswa di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Dimas mempertanyakan alasan personel TNI turut dilibatkan dalam pengamanan demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa.
Menurut Dimas, mahasiswa sempat berdialog dengan sejumlah personel TNI yang berada di lokasi aksi. Dalam dialog tersebut, mahasiswa meminta personel TNI meninggalkan area pengamanan demonstrasi.
Mahasiswa juga meminta personel TNI tidak melakukan tindakan yang dinilai dapat mengintimidasi massa aksi.
Dimas menyebut terdapat personel dari sejumlah Komando Distrik Militer (Kodim) yang berada di lokasi bersama aparat kepolisian untuk mengamankan jalannya demonstrasi.
Kehadiran personel TNI tersebut kemudian menjadi sorotan karena aksi dilakukan oleh kelompok mahasiswa. Dimas mempertanyakan apakah massa aksi dianggap sebagai ancaman yang begitu besar sehingga membutuhkan pengamanan dari unsur pertahanan.
Menurut dia, keterlibatan TNI dalam pengamanan aksi mahasiswa perlu dilihat dari aspek fungsi dan kewenangan.
“Kenapa TNI ikut mengamankan aksi mahasiswa? Apakah mahasiswa dianggap sebagai ancaman yang membutuhkan pengerahan unsur pertahanan?” kata Dimas.
Dimas menilai pengamanan aksi demonstrasi seharusnya dilakukan dengan memperhatikan fungsi dan kewenangan masing-masing institusi. Ia juga menekankan pentingnya memastikan aparat yang terlibat tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan rasa takut atau intimidasi terhadap peserta aksi.
Sorotan tersebut muncul di tengah pelaksanaan aksi mahasiswa di kawasan Jalan MH Thamrin. Mahasiswa berharap penyampaian aspirasi tetap berlangsung secara aman dan aparat yang bertugas dapat menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan lebih lanjut dari pihak TNI mengenai alasan dan dasar keterlibatan personelnya dalam pengamanan aksi tersebut.[YKP]

