Pesan itu mengemuka dalam Seminar Keuangan Syariah dan Kewirausahaan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama Badan Otonom (Basnom) HIPMI Syariah Sumsel di Kantor OJK Sumsel, Sabtu (16/5/2026).
Mengusung tema “Strategi Investasi Syariah dalam Mengamankan Aset UMKM di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global”, kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta mulai dari pelaku UMKM, mahasiswa, akademisi, komunitas hingga masyarakat umum.
Seminar ini menjadi panggung kolaborasi antara regulator, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Sumsel. Tidak hanya soal edukasi finansial, forum ini juga diarahkan untuk membangun mental kewirausahaan muda yang adaptif, inovatif, dan tahan terhadap gejolak ekonomi.
Ketua Umum BPD HIPMI Sumsel yang diwakili Bendahara Umum BPD HIPMI Sumsel, Astri Gani, menegaskan UMKM tidak bisa lagi menjalankan usaha secara konvensional tanpa strategi pengelolaan investasi yang matang.
Menurutnya, pelaku usaha muda harus mampu membaca risiko ekonomi sekaligus mengamankan aset usaha melalui investasi yang tepat dan berorientasi jangka panjang.
“UMKM sebagai tulang punggung perekonomian harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan ekonomi melalui pengelolaan investasi yang bijak dan berorientasi jangka panjang. HIPMI Sumsel terus berkomitmen mendorong pertumbuhan UMKM melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan ekosistem kewirausahaan di Sumatera Selatan,” ujar Astri.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menekankan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar konsep religius, tetapi juga memiliki kekuatan besar dalam membangun ekosistem usaha modern yang sehat dan berdaya saing.
Dalam sesi Leader’s Insight, Arifin menyebut semangat kewirausahaan dalam Islam memiliki akar kuat yang relevan dengan perkembangan ekonomi masa kini, terutama dalam membangun UMKM yang inovatif dan mampu bersaing secara global.
“Islam memiliki DNA saudagar yang kuat, di mana perdagangan, inovasi, dan kebermanfaatan menjadi bagian penting dalam membangun peradaban ekonomi. Melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah, OJK mendorong generasi muda dan pelaku UMKM untuk tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka akses pasar, memanfaatkan teknologi digital, serta menghadirkan keberkahan dan dampak positif bagi masyarakat,” kata Arifin.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari OJK, Maybank Syariah, KDEKS Sumsel, hingga HIPMI Syariah dengan materi pembahasan mulai dari investasi syariah, perlindungan konsumen jasa keuangan, penguatan UMKM, hingga strategi membangun bisnis berbasis ekonomi syariah.
Dalam kegiatan itu juga diluncurkan program Bank Sampah HIPMI Syariah serta program Muda Mengaji sebagai bagian dari penguatan ekonomi dan pembangunan karakter generasi muda.
Selain itu, dilakukan pula penyerahan simbolis produk tabungan syariah Maybank Syariah kepada peserta sebagai bentuk dukungan terhadap perluasan akses layanan keuangan syariah bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Sumatera Selatan. (CKM)

