RELUNG.ID – Manajemen Panhead Cafe, Resto Bar and Live Music akhirnya angkat bicara terkait insiden berdarah yang menewaskan seorang anggota TNI AD, Pratu Ferischal dari Kesdam II/Sriwijaya, di area tempat hiburan malam tersebut, Sabtu (16/5/2026) dini hari.
Melalui tim kuasa hukumnya, manajemen Panhead memilih menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada Polisi Militer TNI AD dan Denpom Palembang yang kini tengah melakukan penyelidikan..
Kuasa hukum Panhead, Andika Andalan Tama didampingi Redho Junaidi, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan penjelasan rinci terkait kronologi kejadian karena seluruh proses sudah ditangani aparat militer.
“Pastinya kami dari manajemen mengucapkan turut berbela sungkawa. Namun untuk kronologis yang lebih detail, pihak Denpom yang bisa menjelaskan secara prosedural,” kata Andika saat diwawancarai di Panhead, Sabtu sore.
Meski demikian, tragedi penembakan yang terjadi di dalam lokasi hiburan malam itu disebut menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak manajemen, terutama terkait sistem pengamanan pengunjung yang masuk ke area kafe.
Andika mengakui sistem pemeriksaan keamanan akan diperketat guna mencegah kecolongan serupa terulang kembali.
“Alat-alat pengamanan akan difungsikan lebih maksimal. Kalau sebelumnya pemeriksaan hanya satu kali saat masuk, ke depan akan dilakukan dua tahap menggunakan metal detector dan X-Ray supaya tidak kebobolan lagi,” tegasnya.
Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Redho Junaidi, menegaskan pihaknya menghormati penuh proses hukum yang kini berjalan di Denpom Palembang.
“Karena perkara ini ditangani Denpom, maka kami mengikuti dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.
Redho juga berharap garis polisi yang saat ini masih terpasang di lokasi tidak berlangsung terlalu lama mengingat operasional tempat hiburan tersebut menjadi sumber penghidupan banyak pekerja.
“Di sini banyak pekerja yang menggantungkan hidupnya. Jadi kami memohon pertimbangan terkait hal itu,” katanya.
Meski begitu, pihak manajemen kembali menegaskan bahwa insiden penembakan tersebut bukan sesuatu yang diinginkan dan mengklaim prosedur keamanan selama ini sudah dijalankan secara maksimal.
“Kejadian ini sangat tidak kami inginkan. Dari sisi safety dan prosedur keamanan sebenarnya sudah dijalankan,” ucap Redho.
Sebelumnya, insiden penembakan sesama anggota TNI AD terjadi di Panhead Cafe, Resto Bar and Live Music, Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Sabtu dini hari.
Korban diketahui bernama Pratu Ferischal dari Kesdam II/Sriwijaya, sementara terduga pelaku disebut merupakan anggota Raider 200 bernama Ronal.
Peristiwa berdarah itu diduga dipicu senggolan saat keduanya berjoget menikmati live music di dalam kafe. Adu mulut kemudian berkembang menjadi perkelahian hingga berujung penembakan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga mengeluarkan senjata api dan melepaskan satu tembakan yang mengenai perut kanan korban.
Korban sempat dilarikan ke RS Permata Palembang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 03.30 WIB.
Polsek Ilir Barat I Palembang bersama Polisi Militer TNI AD langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, serta mengamankan rekaman CCTV.
Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, membenarkan adanya insiden penembakan tersebut.
“Benar, telah terjadi keributan yang berujung penembakan dan menyebabkan satu orang meninggal dunia. Untuk penanganan lebih lanjut dan detail kasus, silakan konfirmasi langsung ke Denpom,” ujarnya. (DNP)

