Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wapres Gibran Mendunia, Media Arab Ulas Pembatalan Suket oleh Mahkamah Agung

03/11/2026

Postingan Akun Bapenda Palembang saat Pasang Banner di Kampus UIGM Menghilang, Malah Muncul Diskon PBB 80 Persen

03/11/2026

Diduga Terdampak Karhutla, Kukang Betina Ditemukan Tersesat di Halaman Koramil

03/11/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Tuesday, 3 November 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Cegah Konflik Sosial, Palembang Dorong Pembentukan Kampung Re-Dam
Regional

Cegah Konflik Sosial, Palembang Dorong Pembentukan Kampung Re-Dam

RiyadiBy Riyadi26/10/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Suasana sosialisasi dan pembentukan Kampung Re-Dam di Palembang, Senin (26/10/2026). (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Pemerintah Kota Palembang mendorong pembentukan Kampung Rekonsiliasi Perdamaian (Re-Dam) di seluruh wilayah kota. Program ini diharapkan dapat memperkuat kerukunan masyarakat, mencegah konflik sosial, serta meningkatkan kesadaran terhadap penghormatan hak asasi manusia (HAM).

Asisten III Setda Kota Palembang, Akhmad Bastari, mengatakan Kampung Re-Dam menjadi salah satu upaya membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah perbedaan pandangan, kepentingan, dan latar belakang.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan sosialisasi dan pembentukan Kampung Re-Dam di Palembang, Senin (26/10/2026).

Baca juga :   Tangan Putus Usai Kedapatan Maling, Pelaku Ternyata Pernah Gasak Motor Hakim di Lubuklinggau

“Dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan pandangan dan kepentingan tidak dapat dihindari. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi pertentangan yang merusak persatuan,” ujar Bastari.

Ia berharap Kampung Re-Dam dapat dibentuk di seluruh kecamatan dan kelurahan di Palembang. Saat ini, Kota Palembang memiliki 18 kecamatan dan 107 kelurahan.

“Kami mengharapkan Kampung Rekonsiliasi Perdamaian dapat dibentuk di 18 kecamatan dan 107 kelurahan di Kota Palembang. Mohon ini agar bisa diprioritaskan,” katanya.

Baca juga :   Lima Hotel Berbintang di Palembang Hadirkan Promo Kamar dan Gala Dinner Tahun Baru

Menurut Bastari, upaya membangun perdamaian perlu dilakukan melalui dialog, musyawarah, dan penyelesaian persoalan secara bijaksana. Dengan demikian, perbedaan yang muncul di tengah masyarakat tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

Ia juga mengingatkan agar pembentukan Kampung Re-Dam tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Program tersebut harus diwujudkan melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kerukunan, memulihkan kepercayaan, serta mencegah konflik serupa terulang.

Sebelumnya, sosialisasi Kampung Re-Dam telah dilaksanakan di Kecamatan Alang-Alang Lebar pada 20 Oktober dan Kecamatan Seberang Ulu I pada 21 Oktober 2026.

Baca juga :   Niat Tangkap Ikan, Petani ini Malah Dapat Buaya!

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sumatera Selatan, Hendry Marulitua, mengatakan keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, perempuan, hingga kelompok masyarakat lainnya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat penting agar nilai-nilai HAM dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat upaya menjaga perdamaian dan kerukunan.

Dalam momentum peringatan 52 tahun Kementerian Hak Asasi Manusia, ia mengajak seluruh pihak memperkuat kerja sama dalam penghormatan, perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan HAM.

Baca juga :   Puncak Kemarau Juli-Agustus, Sumsel Bersiap Hadapi Karhutla Hingga Oktober

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merawat perdamaian, menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, dan menjadikan HAM sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tutupnya.[YKP]

Kampung Re-Dam Konflik Sosial Palembang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKarhutla OKU Timur Capai 45 Hektare, 70 Persen Berhasil Dipadamkan
Next Article Sekda Palembang Dorong BUMD Tingkatkan Kinerja dan Kontribusi PAD
Riyadi

Related Posts

Regional

Wapres Gibran Mendunia, Media Arab Ulas Pembatalan Suket oleh Mahkamah Agung

03/11/20262 Views
Regional

Diduga Terdampak Karhutla, Kukang Betina Ditemukan Tersesat di Halaman Koramil

03/11/20262 Views
Regional

Polres Empat Lawang Sita 208 Botol Miras dari Dua Warung, Dua Orang Diamankan

03/11/20261 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202331,796 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202431,602 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202525,535 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,405 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,363 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?