Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Cerita Murid Pertama Sekolah Rakyat di Palembang, Sempat Menolak Kini Mantap Kejar Impian Jadi Polisi
Regional

Cerita Murid Pertama Sekolah Rakyat di Palembang, Sempat Menolak Kini Mantap Kejar Impian Jadi Polisi

alwiBy alwi29/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Open House Sekolah Rakyat untuk Orang Tua dan Calon Siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 7 Palembang yang berlokasi di Sentra "Budi Perkasa" Palembang, Minggu (28/6/2026).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Alpu Apriyadi menjadi salah satu siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) di Palembang.

Perjalanan Alpu hingga akhirnya menempuh pendidikan di sekolah berasrama itu tidaklah mudah. Ia bahkan sempat menolak karena harus berpisah dengan orang tuanya.

Sebelum bergabung dengan Sekolah Rakyat, Alpu merupakan siswa SMP Negeri 23 Palembang.

Baca juga :   Pemudik Tetap Melintasi Jembatan Besi Sungai Teras Meskipun Dilarang Polisi

Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat datang melalui Program Keluarga Harapan (PKH), saat pendamping PKH menawarkan sekolah tersebut kepada keluarganya.

Awalnya, Alpu enggan menerima tawaran itu. Ia mengaku ingin tetap tinggal bersama orang tua di rumah mereka di kawasan Semarang Borang dan berencana melanjutkan sekolah ke salah satu SMA swasta.

“Saya awalnya tidak mau karena harus tinggal di asrama. Saya ingin tetap dekat dengan orang tua,” ujarnya.

Baca juga :   Pemuda di Palembang Rampok Teman Mantan Pacarnya

Penolakan itu bahkan sempat memicu perdebatan dengan orang tuanya. Namun, setelah mendapat dorongan dari keluarga, Alpu akhirnya memutuskan menerima kesempatan tersebut.

Kini, setelah menjalani kehidupan di Sekolah Rakyat, pandangannya berubah. Menurutnya, berbagai fasilitas yang disediakan sangat membantu siswa untuk fokus belajar.

“Di sini kami mendapat makan tiga kali sehari, ada makanan ringan, dan juga uang saku. Jadi kebutuhan sehari-hari sudah dipenuhi,” katanya.

Baca juga :   Polisi Geledah Kafe dan Money Changer Terkait Dugaan Korupsi PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel, Sita Uang Hampir Rp60 Miliar

Alpu mengatakan, setiap kamar asrama dihuni delapan hingga sepuluh siswa dengan pendamping atau wali asuh yang bertugas membimbing mereka.

Secara keseluruhan terdapat tiga asrama, termasuk satu asrama khusus untuk siswi perempuan. Selain wali asuh di setiap kamar, terdapat pula wali asrama yang mengawasi kehidupan para siswa.

Dalam proses pembelajaran, Sekolah Rakyat menerapkan Kurikulum Merdeka. Para siswa juga mendapat berbagai kegiatan pembinaan karakter, termasuk pelatihan kedisiplinan yang melibatkan unsur militer pada masa awal masuk sekolah.

Baca juga :   Sosok Kusyanto, Pencari Bekicot yang Difitnah Mencuri, Kini Menuntut Keadilan dan Pemulihan Nama Baik

“Pelatihan itu membuat kami lebih disiplin,” ungkapnya.

Meski tinggal di asrama, Alpu tetap dapat bertemu keluarganya. Siswa diberikan kesempatan pulang setiap tiga bulan sekali dan juga menerima kunjungan dari keluarga pada waktu yang telah ditentukan.

Di sekolah ini, penggunaan telepon genggam dibatasi agar siswa lebih fokus belajar. Sebagai penunjang pembelajaran, sekolah menyediakan fasilitas laptop yang dapat digunakan oleh para siswa.

Baca juga :   Satpol PP dan Polrestabes Palembang Gelar Razia Besar-besaran di Kawasan Wisata



Alpu mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang sederhana, di mana sang ayah mengalami stroke ringan dan ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga, ia merasa kesempatan ini menjadi jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Kini, Alpu memiliki cita-cita menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia berharap pendidikan yang diterimanya di Sekolah Rakyat dapat menjadi bekal untuk mewujudkan impian tersebut.

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, proses penerimaan peserta didik di Sekolah Rakyat harus berlangsung jujur, transparan dan bebas dari praktik titipan.

Baca juga :   Cemari Lingkungan, Operasional Tiga Pabrik Tahu di Palembang Ditutup

Sekolah Rakyat ini bukanlah sekolah pada umumnya, dimana calon siswa diperoleh melalui mekanisme penjangkauan terhadap keluarga yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya desil 1 dan 2.

“Jadi tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan melalui kriteria DTSEN dan kemudian ditetapkan menjadi siswa Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Pihaknya juga kini mendorong Sekolah Rakyat di Palembang agar lebih baik lagi. Mengingat saat ini, masih keterbatasan lahan sehingga pembangunan Sekolah Rakyat masih harus tertunda.

Baca juga :   Nenek Penjual Pisang di Palembang Tertipu Uang Palsu, Harus Gigit Jari Kembalikan Rp90 Ribu

“Kami akan dorong untuk pembebasan lahan sehingga nantinya dapat dilakukan pembangunan sekolah rakyat di Palembang,” tutupnya. (LWM)

Gus Ipul Menteri Sosial Polisi Sekolah Rakyat Syaifullah Yusuf
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePalembang Fashion Carnaval 2026 Angkat Wastra Lokal, Pemkot Dorong Budaya Tembus Pasar Global
Next Article Peringati Harganas ke-33, Bupati Enos Tekankan Keluarga Jadi Fondasi Pembangunan Bangsa
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20267 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,911 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,783 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,756 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?