Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»CFD di Jembatan Ampera Picu Kemacetan, DPRD Palembang Minta Evaluasi Total
Regional

CFD di Jembatan Ampera Picu Kemacetan, DPRD Palembang Minta Evaluasi Total

alwiBy alwi14/04/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ketua Fraksi PKB, Sutami Ismail. (Istimewa/Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Uji coba Car Free Day (CFD) yang digelar di kawasan Jembatan Ampera pada Minggu (12/4/2026) menuai sorotan publik.

Sejumlah warga mengeluhkan kemacetan parah di jalur alternatif akibat penutupan akses di salah satu ikon utama Kota Palembang tersebut.

Baca juga :   Disbudpar Sumsel Catat Transaksi di Festival Sriwijaya Tembus Rp1 Miliar

Menanggapi hal ini, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPRD Palembang meminta pemerintah kota untuk melakukan kajian ulang secara menyeluruh terhadap pelaksanaan CFD di lokasi tersebut.

Ketua Fraksi PKB, Sutami Ismail, menilai kebijakan tersebut perlu dievaluasi secara mendalam dengan mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya, terutama terhadap kelancaran arus lalu lintas.

“Dari laporan yang beredar, terjadi kemacetan cukup parah di jalur alternatif. Ini harus jadi perhatian serius dan dikaji kembali secara detail,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Baca juga :   Jadwal Imsyakiyah Hari Keenam Ramadan 1446 H untuk Wilayah Palembang

Menurutnya, Jembatan Ampera merupakan jalur vital yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, penutupan sementara untuk kegiatan CFD harus disertai dengan perencanaan matang, termasuk skema pengalihan arus yang efektif.

Ia juga mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak merugikan masyarakat luas. Fraksi PKB, kata dia, membuka kemungkinan untuk memanggil pihak Pemerintah Kota Palembang guna meminta penjelasan terkait dasar kajian pelaksanaan CFD tersebut.

“Perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, pelaku usaha hingga aktivis, agar kebijakan ini benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.

Baca juga :   Cegah Penyimpangan, Pemkot Palembang Perketat Pengawasan Program MBG di Sekolah

Sutami juga menyebut, apabila hasil evaluasi menunjukkan lebih banyak dampak negatif, maka lokasi CFD sebaiknya dipindahkan ke kawasan lain yang berpotensi dikembangkan sebagai pusat kegiatan masyarakat dan ekonomi baru.

Di sisi lain, pihak Pemkot Palembang melalui Asisten II, Isnaini Madani, menegaskan bahwa CFD di kawasan Ampera tetap akan dilanjutkan. Namun, pihaknya berjanji akan melakukan sejumlah perbaikan, khususnya dalam pengaturan lalu lintas di jalur alternatif.

“Lokasinya tetap di Ampera, tetapi pengaturan arus akan diperbaiki, termasuk kemungkinan penerapan satu arah di beberapa titik dan penambahan personel di lapangan,” jelasnya.

Baca juga :   Ratu Dewa Evaluasi CFN dan CFD Palembang, Soroti Kemacetan hingga Penataan Sampah

Ia menambahkan, rute CFD akan mencakup Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan Ampera, serta Jalan Mayjen Ryacudu sebagai opsi utama. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan berjalan lebih optimal.

Sementara itu, CFD di kawasan Kambang Iwak dipastikan tetap berlangsung seperti biasa. Pemkot menilai CFD di Jembatan Ampera memiliki daya tarik tersendiri yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah.

“Memang ada pro dan kontra, tapi kita akan terus evaluasi agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tutupnya. (DSK)

CFD DPRD Palembang Jembatan Ampera Pemkot Palembang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDilecehkan Pemilik Kos, Perempuan di Palembang Lapor Polisi
Next Article Jalur Bandara–Tanjung Api-Api Lumpuh, Herman Deru Minta Maaf dan Gaspol Pelebaran Jalan
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,864 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,739 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,712 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?