RELUNG.ID-Tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, menjadi sorotan publik setelah digerebek aparat kepolisian. Penggerebekan dilakukan menyusul dugaan penganiayaan terhadap balita yang dititipkan di tempat tersebut.
Salah satu orang tua balita, Aldewa (30), warga Mergangsan, mengaku anaknya yang kini berusia tiga tahun telah dititipkan di daycare tersebut selama lebih dari enam bulan. Ia mengungkapkan sempat melihat adanya lebam di lutut kanan anaknya sekitar sepekan lalu.
“Pernah ada lebam di lutut kanan. Waktu itu saya pikir karena jatuh atau terdorong temannya,” ujar Aldewa saat ditemui di Umbulharjo, Sabtu (25/4/2026).
Selain itu, Aldewa juga mengaku anaknya kerap menangis setiap hendak berangkat ke daycare. Namun, ia mengira hal tersebut merupakan hal yang wajar bagi anak seusia tiga tahun.
“Kalau pagi mau berangkat itu selalu nangis. Saya kira biasa, anak kecil memang kadang takut atau belum mau sekolah,” katanya.
Terkait dugaan kekerasan yang kini viral, Aldewa mengaku kesulitan memastikan kondisi sebenarnya karena anaknya belum mampu bercerita dengan jelas. Meski demikian, ia berharap kasus ini dapat diusut tuntas.
“Kalau saya tanya dipukul atau tidak, dia jawab tidak. Tapi di media sosial ramai disebut anak-anak seperti didoktrin untuk tidak bilang apa-apa. Kalau memang ada yang melakukan, harus dihukum. Tapi saya percaya tidak semuanya jahat,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Sri (63), warga Kotagede. Ia mengaku cucunya yang berusia empat tahun pernah mengaku dikunci di kamar mandi oleh pengasuh.
“Katanya dimasukkan ke kamar mandi, dikunci. Dia bilang tidak boleh main, lalu dikunci di kamar mandi,” ungkap Sri.
Sri juga sempat melihat pipi cucunya memerah saat dijemput. Namun, ia tidak mengetahui penyebab pastinya karena sang cucu enggan bercerita lebih lanjut.
“Oh tidak luka, cuma merah saja. Ditanya juga tidak mau jawab,” katanya.
Ia menambahkan, cucunya telah dititipkan di daycare tersebut selama sekitar satu tahun, dari pagi hingga sore hari. Selama ini, ia tidak menaruh kecurigaan karena para pengasuh terlihat ramah.
“Kalau ketemu baik sekali, tidak kelihatan ada apa-apa. Tapi saya sangat kesal kalau itu benar. Masa anak cucu saya diperlakukan begitu,” tegasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait. Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Riski Adrian, membenarkan adanya penggerebekan tersebut.
“Benar, Satuan Reserse Polresta Jogja pada Jumat sore melakukan penggerebekan sebuah tempat penitipan anak di daerah Umbulharjo,” ujarnya.
Ia menyebut, pihaknya menduga ada oknum pengelola daycare yang melakukan tindakan kekerasan terhadap anak-anak yang dititipkan. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
“Kami menduga adanya tindak pidana perlakuan salah terhadap anak, termasuk kekerasan atau penelantaran. Proses penyelidikan masih berlangsung,” pungkasnya.[YKP]

