RELUNG. ID-Pelarian FS (22), tersangka pembunuhan pria berinisial JJ yang jasadnya ditemukan terkubur di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, berakhir pada Rabu (4/11/2026) pagi.
Tim Opsnal Unit 5 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel bersama Unit Reskrim Polsek Sungai Lilin berhasil meringkus FS di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Setelah ditangkap, tersangka tidak langsung dibawa ke kantor polisi. Petugas justru membawanya ke Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, untuk menunjukkan lokasi tempat jasad JJ dikuburkan.
Di hadapan petugas, FS mengakui telah menghabisi nyawa korban dengan cara mencekik lehernya. Pengakuan tersebut kemudian ditindaklanjuti polisi dengan melakukan pencarian di lokasi yang ditunjukkan tersangka.
Kanit 5 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKP Novel Siswandi Kurniawan, mengatakan pihaknya telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Keduanya masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap secara lengkap kronologi kejadian serta peran masing-masing dalam kasus tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan pelaku mengaku telah menguburkan jasad korban di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, begitu juga informasi dari masyarakat sekitar,” kata Novel.
Berbekal pengakuan tersebut, tim Jatanras kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan jasad JJ dalam kondisi terkubur di Desa Pematang Bangsal.
“Setelah kami gali ternyata benar tubuh korban terkubur. Rencananya jenazah korban akan kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel untuk dilakukan autopsi,” tuturnya.
Mengaku Dua Kali Dilecehkan Korban
Di balik aksi pembunuhan tersebut, FS mengungkapkan alasan dirinya nekat menghabisi nyawa JJ. Ia mengaku sakit hati karena merasa diremehkan ketika meminta pekerjaan kepada korban.
Menurut pengakuan FS, dirinya sebelumnya mengenal JJ yang berjualan sayuran menggunakan mobil. FS kemudian ikut bekerja bersama korban.
Namun, hubungan keduanya disebut memburuk setelah FS mengaku mengalami perlakuan tidak senonoh dari korban sebanyak dua kali.
“Saya minta kerjaan sama dia bukannya dikasih malah diremehkan dan dilecehkan,” kata FS saat berada di ruang Unit 5 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.
“Ada dua kali dia bertindak tidak senonoh kepada saya,” tambahnya.
Peristiwa pembunuhan itu sendiri terjadi di wilayah Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Setelah menghabisi korban, FS membawa jasad JJ menggunakan mobil milik korban menuju Kabupaten Ogan Ilir.
Jasad korban kemudian dikuburkan di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, yang merupakan desa asal tersangka.
Sementara itu, AKP Novel Siswandi Kurniawan membenarkan bahwa salah satu tersangka mengaku memiliki dendam pribadi terhadap korban.
“Hasil pemeriksaan salah satu tersangka mengaku pernah menjadi korban dugaan tindakan sodomi yang dilakukan JJ, korban yang menjadi pemicu sakit hati hingga berujung pada pembunuhan,” ungkap Novel.
Meski demikian, penyidik masih mendalami pengakuan tersebut, termasuk motif pembunuhan dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
“Kami masih mendalami lebih jauh motifnya. Kami juga akan mengungkap peran masing-masing tersangka dalam kasus pembunuhan ini,” tandasnya. [FZP]

