RELUNG.ID – Ogan Komering Ilir (OKI) berhasil mencatat sebagai wilayah dengan kontribusi investasi terbesar di Sumatera Selatan
Investasi di OKI ini didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai sebesar Rp24,99 triliun sepanjang tahun 2024.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas DPMPTSP OKI, Nurul Hidayat, Kamis (13/2).
Dia mengatakan, capaian investasi di OKI ini sebesar Rp27,09 triliun atau telah melebihi target yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp13 triliun. Dari angka tersebut, PMA mendominasi investasi di OKI dengan nilai Rp24,99 triliun.
Sedangkan sisanya, sektor perdagangan menyumbang Rp94 miliar dan sektor pertanian dan perkebunan kelapa sawit dan komoditas lainnya sebesar Rp1,5 triliun.
“Keberhasilan tersebut didorong oleh masuknya investasi besar dari berbagai sektor unggulan di wilayah OKI,” ujarnya.
Dari total investasi, sektor industri menjadi kontributor terbesar, khususnya melalui investasi OKI Pulp & Paper yang mencapai Rp24 triliun.
Terlebih lagi, perusahaan ini merupakan salah satu pabrik kertas dan bubur kertas (pulp) terbesar di Asia, dengan produksi yang berorientasi ekspor.
“Apalagi OKI Pulp and Paper perusahaan bubur kertas dan kertas terbesar di Asia, tentu menjadi penilaian bagi investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut,” ungkapnya.
Meskipun didominasi sektor industri, realisasi investasi dari sektor lainnya juga mengalami peningkatan.
“Sektor industri terutama di bidang pulp and paper memang masih menjadi tulang punggung investasi di OKI. Namun, sektor lain seperti perdagangan dan perkebunan juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik,” ucap Nurul.
Berdasarkan data DPMPTSP Sumsel, Kabupaten OKI menjadi wilayah dengan investasi asing terbesar di Sumsel, dengan nilai PMA mencapai Rp 24,99 triliun. Angka ini berkontribusi 72,98 persen dari total realisasi PMA Sumsel sebesar Rp34,25 triliun.
Nurul menambahkan, dilihat dari perbedaan pencapaian angka investasi, PMDN di OKI jauh lebih rendah dibandingkan dengan PMA.
“PMDN di OKI Rp 2,09 triliun, berbanding jauh sekali. Artinya, Kabupaten OKI masih menjadi daya tarik utama bagi investor luar negeri, khususnya di sektor industri berbasis sumber daya alam,” pungkasnya. (HWJ)

