RELUNG.ID – Warga yang berada di dekat Jembatan Beliti di Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan heboh.
Pasalnya warga melihat seorang perempuan nekat terjun ke sungai dari atas jembatan dilokasi tersebut.
Beruntung warga yang melihat langsung memberikan bantuan dan langsung mengevakuasi perempuan tersebut dari aliran sungai.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026 sekitar pukul 12.30 WIB, perempuan tersebut nekat melompat ke sungai dari atas jembatan diduga karena depresi.
Identitas perempuan tersebut diketahui inisial D (15), siswi Kelas 3 SMP (Sekolah Menengah Pertama), warga Desa Marga Sakti, Kecamatan Muara Kelingi. Saat ini D berhasil diselamatkan oleh warga dan dibawa ke Puskesmas Muara Beliti.
Kapolsek Muara Beliti, Iptu Miming Wijaya membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban menurutnya berhasil diselamatkan oleh warga dan langsung dibawa ke Puskesmas Muara Beliti saat ini belum dapat memintai keterangan karena kondisi yang bersangkutan masih lemas.
“Kita belum bisa memintai keterangan dan anggota juga sudah mencari keberadaan keluarganya yang saat ini dalam perjalanan. Dugaan sementara dia depresi,” kata Kapolsek.
Ia mengungkapkan, sebelum melompat dan terjun ke sungai, korban dilihat oleh warga sempat duduk di pinggir jembatan dan hendak terjun ke sungai. Kemudian oleh warga sempat dibujuk untuk tidak melakukan hal tersebut.
“Sempat dibujuk warga untuk tidak melakukannya, namun tidak mau, hingga akhirnya terjun ke sungai,” ujarnya.
Beruntung korban yang tetap melompat ke sungai dari atas jembatan langsung ditolong warga. Dimana saat itu kondisi arus sungai sedang tenang dan kondisi korban masih mengambang di aliran sungai.
“Jadi mengambang dan dengan cepat langsung diselamatkan. Sekarang dia sudah dibawa ke Puskesmas,” ungkapnya.
Kapolsek menduga, korban nekat melompat dan terjun ke sungai karena alami depresi. Namun begitu pihaknya saat ini masih akan mendalaminya dan menunggu uang bersangkutan kondisinya sudah mulai tenang.
“Sekarang kondisinya masih lemas dan belum dapat bicara. Masih kami selidiki motifnya, apakah karena masalah keluarga, putus cinta, atau faktor lainnya. Untuk surat yang ditinggalkan korban itu kami belum tahu isinya karena masih di puskesmas,” pungkasnya. (NSR)

