Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026

Tak Ada Penerbangan ke Palembang, Percuma Status Bandara Internasional

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Diduga Prasasti Kuno Ditemukan di OKU, Ungkap Jejak Tradisi Ritual Pasca-Sriwijaya
Regional

Diduga Prasasti Kuno Ditemukan di OKU, Ungkap Jejak Tradisi Ritual Pasca-Sriwijaya

alwiBy alwi15/05/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Warga OKU saat menemukan batu yang diduga prasasti. (Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Sebuah batu yang diduga merupakan prasastri kuno ditemukan di  aliran Sungai Luak, tepatnya di antara Desa Gedung Pakuon dan Desa Bumi Kawa, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan

Batu yang diduga prasasti tersebut ditemukan warga pada Maret 2026.

Hal ini dibenarkan oleh Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah Badan Riset dan Inovasi Nasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia, Wahyu Rizky Andhifani.

Baca juga :   Pamit Mancing, Lansia di OKU Ditemukan Tewas di Anak Sungai Kebun Miliknya

Menurut Wahyu, berdasarkan lokasi penemuan dan dugaan awal isi tulisannya, artefak itu sementara dinamai Prasasti Mantra Air Luak.

“Penamaan tersebut bersifat deskriptif karena merujuk pada lokasi penemuan di kawasan Air Luak serta indikasi awal bahwa teksnya berkaitan dengan mantra, rajah, atau ungkapan ritual-protektif,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Wahyu menjelaskan, batu tersebut berbentuk pipih dan diduga telah mengalami pengerjaan secara sengaja, terutama pada bagian permukaan yang tampak dipersiapkan sebagai media tulis.

Baca juga :   Hari ke-10 Puasa Ramadan, Berikut Jadwal Imsyakiyah dan Subuh untuk Wilayah Palembang

Secara visual, prasasti memiliki dua sisi utama. Pada sisi A terdapat figur bermahkota trisula yang sementara ditafsirkan sebagai simbol sakral atau representasi dewa.

Menurutnya, figur tersebut memiliki kemiripan dengan ikonografi yang ditemukan pada sejumlah prasasti berbahan logam timah di kawasan Sungai Musi dan pesisir timur Sumatra Selatan.

“Kesamaan itu membuka kemungkinan adanya kesinambungan simbolik dalam tradisi religius masyarakat Sumatra Selatan, baik di wilayah pesisir maupun pedalaman,” katanya.

Baca juga :   Rumah Manajer PTPN Regional 7 di OKU Dibobol Maling, Sepeda Motor Beat Street Raib

Sementara pada sisi B, ditemukan inskripsi yang diperkirakan terdiri dari delapan hingga 12 baris tulisan. Berdasarkan pengamatan awal, aksara yang digunakan diduga memiliki kemiripan dengan aksara Proto-Ulu.

Meski isi teks masih dalam tahap pembacaan dan analisis epigrafis, Wahyu menduga tulisan tersebut berkaitan dengan mantra, rajah, atau teks ritual yang bersifat protektif.

Ia menilai temuan ini berpotensi memperkaya data epigrafis di Sumatra Selatan, khususnya terkait perkembangan tradisi tulis masyarakat setelah masa Kedatuan Sriwijaya.

Baca juga :   Masuk Perangkap Polisi, Bandar Sabu di OKU Ditangkap Saat Transaksi

Selain menambah bukti keberlanjutan budaya aksara di kawasan uluan, temuan tersebut juga dinilai membuka ruang penelitian baru mengenai hubungan antara tulisan kuno, simbol sakral, dan praktik ritual masyarakat lokal pada masa pasca-Sriwijaya.

“Prasasti ini penting dikaji lebih lanjut secara epigrafis, ikonografis, dan kontekstual untuk memahami posisi OKU dalam lanskap kebudayaan tulis dan praktik keagamaan kuno di Sumatra Selatan,” tutupnya. (DSK)

OKU Prasasti Kuno Ritual Pasca-Sriwijaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDitangkap di Warung, Pencuri yang Beraksi di Cafe Dragon Lubuklinggau Ternyata Residivis Jambret
Next Article Tepati Janji, Manajemen Sumsel United U-19 Kirim Orang Tua Pemain Tonton Laga Final EPA Championship
alwi

Related Posts

Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20263 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Regional

Tak Ada Penerbangan ke Palembang, Percuma Status Bandara Internasional

10/10/20267 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,844 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,719 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,690 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?