RELUNG.ID- Selain dilaporkan ke Polda Sumatera Selatan (Sumsel) atas dugaan perzinaan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), oknum Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lahat, berinisial AP juga dilaporkan istrinya, LP, ke Bupati Lahat Bursah Zarnubi.
Laporan terkait dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku Aparatur Sipil Negara (ASN) itu disampaikan LP yang didampingi kuasa hukumnya, Amirul Husni, SH, pada Senin (14/4/2025) di rumah dinas Bupati Lahat.
“Pelaporan ini terkait perbuatan salah satu oknum Kabid Bappeda Lahat yang diduga telah melakukan perzinahan. Kami sampaikan secara detail kepada Bapak Bupati dan surat kami diterima dengan baik. Bapak Bupati merespons dengan sangat tegas,” ujar Amirul kepada wartawan, Selasa (15/4/2025).
Amirul mengatakan, pihaknya juga menawarkan alat bukti berupa rekaman video untuk memperkuat laporan tersebut.
“Kami menunjukkan video yang diduga menampilkan oknum pejabat itu sedang berbuat layaknya suami istri dengan wanita lain. Ada lima video, dan Bapak Bupati sangat menyesalkan perbuatan tersebut. Beliau menegaskan akan menindak tegas tanpa pandang bulu, bahkan sampai ke sanksi pemecatan,” tegasnya.
Amirul mengapresiasi respons tegas Bupati dan menyebut kliennya telah bulat untuk membawa perkara ini ke ranah hukum.
Sebelumnya diberitakan, AP dilaporkan LP ke SPKT Polda Sumsel pada Rabu (9/4/2025) atas dugaan perzinahan dan KDRT. Ironisnya, suami pelapor mengaku telah menikah siri dengan selingkuhannya yang kini tengah hamil tujuh bulan.
Laporan ke polisi juga disertai dengan bukti foto dan percakapan antara terlapor dengan perempuan berinisial DF, yang diketahui pernah menjadi staf di instansi tempat Asa bekerja, dan kini tercatat sebagai tenaga honorer di salah satu kelurahan di Lahat.
“Klien kami sudah curiga sejak 2022, namun masih menahan diri karena ingin mempertahankan rumah tangganya. Baru pada Maret 2025, saat Ramadhan, terjadi keributan besar. Di situlah terlapor mengakui semuanya dan klien kami menemukan bukti-bukti berupa video dan chat,” kata Amirul.
Setelah insiden tersebut, LP melakukan pemeriksaan kesehatan karena khawatir tertular penyakit. Hasilnya, ditemukan adanya bakteri yang diduga berasal dari suaminya.
Pihak pelapor kini menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan berharap laporan tersebut diproses secara tuntas.
Saat dikonfirmasi terkait laporan tersebut, AP mengaku belum mengetahui soal laporan tersebut.
“Oh ya? Dilaporkan apa ya, Pak? Bisa lihat laporan resminya kah? Saya hargai sekali infonya ini, Pak. Karena baru tahu. Terima kasih banyak sebelumnya,” balas Asa singkat melalui pesan singkat.[FZP]

