Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Liputan Khusus»Diduga tercemar Limbah PT RMK, Hasil Panen Kelapa Sawit dan Karet Warga Menurun
Liputan Khusus

Diduga tercemar Limbah PT RMK, Hasil Panen Kelapa Sawit dan Karet Warga Menurun

alwiBy alwi09/10/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kondisi kebun warga yang diduga tercemar akibat limbah PT RMK. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Diduga tercemar limbah, warga Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, mengeluhkan penurunan hasil panen kebun kelapa sawit dan karet yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini dialami oleh M Iskandar, pemilik kebun seluas sekitar 15 hektare di Ataran Sungai Hande Dusun Tujuh, Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang.

Baca juga :   Atasi Konflik Pencemaran Warga vs Musi Prima Coal Cs, Gubernur Sumsel Bakal Surati Bupati Muara Enim dan Wali Kota Prabumulih

Menurut Iskandar, penurunan hasil panen tersebut diduga disebabkan pencemaran limbah dari aktivitas pertambangan PT Royaltama Mulia Kencana (RMK) yang beroperasi berdampingan dengan kebunnya, sehingga 3 hektare kebun miliknya mengalami penurunan produktivitas.

Dari 15 hektare kebun miliknya tersebut, 3 hektare diduga tercemar limbah PT RMK, yang terdiri dari dua hektare kebun Kelapa Sawit dan satu hektare Kebun Karet, beberapa area digenangi limbah dan lumpur sehingga menghambat aktivitas perkebunan, karena genangan air bisa mencapai dada orang dewasa.

“Kalau hujan, limbah dari perusahaan itu tumpah dan mengalir ke kebun saya, karena letak kebun yang berdampingan dengan KPL dan Conveyor. Ini sudah terjadi sejak tahun 2019 lalu,” katanya, Kamis (9/10/2025).

Baca juga :   Pelabuhan RMK Energy Disetop, MAS dan Fortuna Curi Kesempatan, Sama-Sama Pelanggar Lingkungan?

Kebun kelapa sawit miliknya saat ini telah berusia sekitar 17 tahun dan kebun karet dengan umur 15 tahun, namun sayang sejak 2019 lalu, hasil panen menurun drastis.

Iskandar menceritakan, dahulu hasil panen kelapa sawit miliknya bisa mencapai 4 ton setiap dua minggu, tetapi kini hanya sekitar 2 ton dalam kurun waktu yang sama.

Kondisi ini sangat jauh dari masa kejayaan kebunnya, mirisnya Iskandar dan keluarganya pernah panen dan hanya menghasilkan 8 kwintal hanya dari 500 batang kelapa sawit.

Baca juga :   Pj Gubernur Panggil Direksi BSB, Buntut Kredit Sindikasi Triliunan Rupiah ke Luar Daerah?

Penurunan serupa terjadi pada kebun karet seluas 1 hektare yang biasanya menghasilkan 80 hingga 100 kilogram karet per minggu dengan empat kali nyadap, kini hanya tersisa 30 hingga 40 kilogram.

Iskandar mengungkapkan bahwa kebun tersebut telah dikelola secara turun-temurun sejak tahun 2006, bahkan sejak ayahnya masih muda. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, keberlangsungan usahanya mulai terancam akibat dugaan pencemaran limbah yang tidak ditanggapi serius oleh pihak PT RMK.

“Saya sudah pernah mengeluhkan masalah ini ke Humas PT RMK pada tahun 2023, tapi tidak ada tanggapan sama sekali,” ujarnya dengan nada kecewa.

Baca juga :   Pengembangan Dugaan Korupsi Aplikasi Santan, Kejari Geledah Kamar Kadis PMD dan Sita Uang Rp130 Juta

Penurunan hasil panen ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan Iskandar dan keluarganya, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem lokal yang menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak warga di Desa Gunung Megang Dalam, oleh itu dirinya berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan adanya pencemaran serta mengambil langkah-langkah penyelesaian yang tepat.

Terpisah, Public relation specialist PT RMK, Caecilia Brahmana mengatakan, bahwa saat ini Perusahaan akan mengedepankan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM).

Terkait dengan permasalahan lainnya apabila memang terbukti ada dampak yg diakibatkan oleh operasional perusahaan, perusahaan akan membuka ruang untuk menyelesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca juga :   Sederet Fakta Kredit Sindikasi BSB yang Diduga Bermasalah, Dinilai Tak Punya Ikatan Emosional Untuk Membangun Sumsel

Dia juga menegaskan, untuk perizinan, perusahaan sudah melengkapi dan selalu berkordinasi dengan pemerintah setempat terkait dengan perizinan-perizinan yang diperlukan.

Limbah Pencemaran Lingkungan PT RMK
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTolak Kenaikan Retribusi, Ratusan Pedagang Pasar Induk Jakabaring Gelar Unjuk Rasa
Next Article Masalah Regulasi Apple dan Meta di Uni Eropa Hampir Selesai, Berpotensi Hindari Denda Tambahan
alwi

Related Posts

Liputan Khusus

Medan Karhutla Sumsel Makin Sulit Dijangkau, Motor Trail Pemadam Mau Digas ke Mana?

05/10/202612 Views
Liputan Khusus

[Laporan Khusus] KRI Sriwijaya-100, Menjaga Nama Besar Sejarah yang Kembali Berlayar di Laut Nusantara

01/10/202624 Views
Liputan Khusus

[Laporan Khusus] Anggaran Tak Terbatas, Tapi Karhutla Sumsel Terus Berulang

27/08/202662 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,936 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,806 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,779 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?