RELUNG.ID – Agus Santoso (39) mendatangi ruang pengaduan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Selasa (5/8/2025).
Kedatangannya tersebut untuk melaporkan pembacokan yang dialami anaknya yang masih remaja yakni RAP (13) hingga mengakibatkan terluka parah.
Ditemui di Polrestabes Palembang, pria yang tinggal di Jalan M Isa, Lorong Sei Jeruju II, Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan Ilir Timur (IT) III Palembang ini melaporkan seorang pria berinisial FR yang diduga merupakan pelaku pembacokan terhadap anaknya.
Dia mengaku tidak mengetahui pasti kronologis kejadian yang menimpa anaknya. Hanya dirinya menerima kabar bahwa korban telah dilarikan ke rumah sakit lantaran dibacok oleh pria tidak dikenal.
“Dapat kabar dari temannya, korban dibacok dan dilarikan ke rumah sakit. Pas kami ke rumah sakit, memang benar korban terkapar dibacok di lengan kiri hampir putus,” ungkap Agus saat diwawancarai seusai membuat laporan polisi.
Dikatakan oleh Agus, berdasarkan keterangan dari anaknya, kejadian bermula ketika korban bersama saksi MF mengendarai sepeda motor dan melintas di Jalan Ali Gatmir, Kelurahan 10 Ilir, Kecamatan IT III Palembang, Sabtu (2/8) sekitar pukul 00.00 WIB.
Agus menambahkan, ketika berada di tempat kejadian perkara (TKP), sepeda motor yang dikendarai oleh korban dan saksi dihadang oleh empat orang pria, dua dari bagian depan serta dua orang lainnya berada di bagian belakang.
“Salah satu pelaku membacok dengan pedang dan langsung ditangkis korban dengan tangan sebelah kiri. Mendapati kejadian itu, mereka berdua langsung menyelamatkan diri dengan sepeda motor. Oleh saksi anak saya dibawa ke RS Pelabuhan,” jelas Agus.
Masih dikatakan Agus, salah satu pelaku bernama Feri yang tinggal di kawasan 13 Ilir, Palembang. “Teman anak saya ada yang kenal dengan salah satu pelaku, namanya Feri tinggal di 13 Ilir. Saya harap laporannya segera diproses, pelaku ditangkap,” tuturnya,” jelasnya.
Sementara itu, Panit III SPKT Polrestabes Palembang Ipda Yudi Setiawan membenarkan pihaknya telah menerima laporan orangtua yang anaknya menjadi korban pembacokan. “Sudah kita terima, akan dilimpahkan ke Satreskrim untuk penyelidikan,” tutupnya. (DNP)

