RELUNG.ID – Raffi Ahmad mendapat pembelaan dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di tengah derasnya kritik publik yang muncul setelah asisten pribadinya, Mufli Budi Ananda, dikabarkan ditunjuk sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.
Meski polemik penunjukan Mufli masih menjadi perbincangan hangat di media sosial, Hotman mengaku tidak ingin ikut mengomentari proses maupun mekanisme pengangkatan komisaris tersebut. Ia memilih berbicara mengenai karakter Raffi Ahmad yang dinilainya sebagai pribadi yang baik dan tidak memiliki sifat pendendam.
“Aku enggak mau komen soal itu. Aku enggak tahu detail kasusnya,” kata Hotman Paris, dikutip dari kanal YouTube Reyben Entertainment, Selasa (7/7/2026).
“Raffi itu termasuk manusia baik. Dia enggak pernah membalas dendam. Dia enggak pernah balas somasi,” lanjutnya.
Hotman kemudian menceritakan pengalamannya saat mendampingi Raffi Ahmad ketika sang presenter sempat dituding terlibat dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada masa pemilu.
Menurutnya, saat itu ia telah menyarankan Raffi untuk melaporkan pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut karena identitasnya dinilai sudah jelas. Namun, Raffi memilih tidak menempuh jalur hukum.
“Waktu pemilu dulu dia dituduh pencucian uang. Orangnya jelas-jelas ada di TV, pelakunya sudah kena itu undang-undang. Saya bilang laporin aja, dia enggak mau. Itu orang baik itu Raffi ya,” ujarnya.
Sementara itu, kritik terhadap Raffi Ahmad terus bermunculan seiring mencuatnya kabar penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.
Publik mempertanyakan latar belakang serta rekam jejak Mufli yang selama ini dikenal sebagai asisten pribadi Raffi. Polemik tersebut juga memicu beragam komentar di media sosial, terutama di akun Instagram @raffinagita1717.
Sejumlah warganet menyoroti orang-orang di lingkaran dekat Raffi yang dinilai dengan mudah menduduki jabatan strategis.
“Sus Rini siap-siap jadi menteri, bisa yuk bisa,” tulis salah seorang netizen.
“Semua keluarganya jadi pejabat dengan mudah,” komentar netizen lainnya.
“Ga usah bagi-bagi jabatan terlalu terang fi,” tulis komentar lain.
Di tengah polemik tersebut, rekam jejak pendidikan Mufli Budi Ananda turut menjadi perhatian publik. Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Mufli tercatat menyelesaikan pendidikan Diploma III (D3) Teknik Listrik di Politeknik Bunda Kandung.
Ia juga sempat menempuh pendidikan Sarjana (S1) Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN). Namun, dua kali tercatat mengundurkan diri sehingga pendidikan formal terakhir yang berhasil diselesaikannya adalah jenjang D3 Teknik Listrik.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari PT Krakatau Posco, Mufli Budi Ananda, maupun Raffi Ahmad terkait kabar penunjukan tersebut. Di sisi lain, polemik mengenai proses pengangkatan komisaris masih menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.[YKP]

