RELUNG.ID– Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang selama kurang lebih satu jam kembali menyebabkan sejumlah ruas jalan protokol terendam banjir, Rabu (22/4/2026).
Ketinggian air di beberapa titik diperkirakan mencapai sekitar 20 sentimeter.
Pantauan di lapangan, genangan air merendam sepanjang Jalan Kolonel Haji Burlian, tepatnya di kawasan KM 7 depan Dharma Agung hingga Simpang Bandara. Kondisi terparah terlihat di depan pool bus Damri hingga menuju Jalan Pengadilan.
Akibat genangan tersebut, sejumlah pengendara sepeda motor memilih menepi di bahu jalan. Arus lalu lintas di lokasi pun sempat tersendat.
Dalam tiga hari terakhir, banjir di Palembang tercatat sudah terjadi dua kali. Sebelumnya, pada Selasa (21/4/2026), sejumlah ruas jalan protokol mulai dari Simpang Polda hingga Demang Lebar Daun juga terendam, menyebabkan kemacetan panjang.
Salah satu warga, Yos (38), mengeluhkan kondisi banjir yang kerap terjadi setiap hujan deras turun.
“Harusnya pemerintah gerak cepat. Ini setiap hujan banjir, setelah itu macet panjang. Sudah dua hari ini banjir,” ujarnya.
Yos yang hendak menuju kawasan Soekarno Hatta dari Jalan Kolonel Haji Burlian mengaku terjebak genangan air di sekitar Jalan Pengadilan.
“Yang parah di depan Dharma Agung. Sekarang tidak bisa lanjut, air masih tinggi,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Bagus (35). Ia mengaku kesulitan mencari jalur alternatif menuju Pasar Induk karena banyak ruas jalan yang terendam.
“Jalan macet semua karena banjir, bingung mau lewat mana. Dari kemarin juga seperti ini, hari ini terjadi lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyebut banjir dipicu oleh tingginya curah hujan berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta faktor manusia.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan yang menyumbat drainase dan pembangunan yang tidak sesuai tata ruang turut memperparah genangan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Palembang telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan, mulai dari pembersihan rutin saluran air, penambahan pompa portable, hingga program jangka panjang seperti perluasan kolam retensi.
Selain itu, Ratu Dewa juga berencana membentuk satuan tugas (satgas) penanganan banjir di seluruh kecamatan yang melibatkan aparatur pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
“Dalam waktu dekat saya juga akan membuat satgas di seluruh kecamatan untuk mempercepat penanganan banjir di lapangan,” ujarnya.[YKP]

