RELUNG.ID – Kemampuan evakuasi medis prajurit menjadi salah satu materi yang diuji dalam latihan gabungan multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD, Kecamatan Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.
Dalam simulasi tersebut, seorang prajurit yang digambarkan mengalami luka di medan operasi mendapat pertolongan pertama sebelum dievakuasi ke rumah sakit lapangan. Setelah mendapatkan penanganan awal, prajurit tersebut kemudian dipindahkan menggunakan helikopter Black Hawk menuju fasilitas kesehatan rujukan.
Selama proses penerbangan, kondisi pasien terus dipantau dan mendapatkan penanganan dari tenaga medis hingga tiba di fasilitas kesehatan tujuan.
Latihan Air Medical Evacuation (Air Medevac) itu melibatkan tenaga kesehatan TNI bersama personel militer dari Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Jepang.
Kepala Bidang Penerangan Internasional Pusat Penerangan TNI Kolonel Inf Dedi Akhiruddin mengatakan, latihan tersebut bertujuan menguji kesiapan unsur kesehatan dalam memberikan dukungan selama operasi gabungan multinasional.
“Latihan Air Medevac ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan kemampuan tenaga medis dalam memberikan penanganan kepada prajurit yang mengalami kondisi darurat di medan operasi,” ujar Dedi dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (3/9/2026).
Menurut dia, seluruh tahapan mulai dari pertolongan pertama, evakuasi menuju rumah sakit lapangan hingga pemindahan pasien menggunakan helikopter dilakukan secara terpadu.
Dedi menilai kemampuan evakuasi medis menjadi aspek penting dalam sebuah operasi. Keselamatan dan kondisi kesehatan personel harus tetap menjadi perhatian meskipun prajurit tengah menjalankan tugas di medan operasi.
Latihan tersebut sekaligus menguji koordinasi antara unsur darat, udara, dan kesehatan. Setiap unsur dituntut mampu menjalankan tugasnya secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur.
“Yang kita latihkan bukan hanya kemampuan medis, tetapi juga bagaimana setiap unsur dapat bekerja secara terpadu. Koordinasi dan komunikasi menjadi kunci sehingga setiap tahapan evakuasi dapat dilaksanakan secara efektif dan aman,” katanya.
Dedi menjelaskan, skenario Air Medevac memberikan gambaran mengenai integrasi dukungan kesehatan dengan unsur lain dalam pelaksanaan operasi gabungan.
“Setiap personel dituntut memahami peran masing-masing sehingga proses pertolongan hingga evakuasi dapat berlangsung sesuai prosedur dan standar operasi yang telah ditentukan,” ujarnya.
Selain evakuasi medis udara, SGS 2026 di Martapura juga diisi dengan latihan survival yang melibatkan prajurit TNI, US Army, dan Australia.
Dalam materi tersebut, para prajurit dilatih menghadapi situasi ketika harus bertahan hidup dalam kondisi terbatas di medan operasi. Sejumlah kemampuan seperti navigasi, pengamatan medan, komunikasi, dan pengambilan keputusan turut diasah.
Latihan dilakukan dengan menghadapkan prajurit pada kondisi medan yang menyerupai situasi operasi sebenarnya.
Materi lainnya berupa Field Training Exercise (FTX) patroli. Pada latihan ini, prajurit menerapkan berbagai taktik dan teknik patroli sekaligus mengasah kemampuan bekerja dalam tim.
“Melalui latihan survival dan patroli, prajurit dituntut mampu menguasai teknik bertahan hidup, navigasi, pengamatan medan, komunikasi, serta taktik dan teknik patroli. Semua kemampuan tersebut dibutuhkan untuk membangun kesiapan fisik, mental, dan profesionalisme prajurit,” kata Dedi.
Menurutnya, latihan bersama negara mitra juga menjadi kesempatan bagi prajurit untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan membangun kerja sama lintas militer.
“Super Garuda Shield menjadi sarana untuk meningkatkan interoperabilitas, komunikasi, dan kerja sama antarnegara. Dengan latihan bersama seperti ini, masing-masing personel dapat memahami prosedur dan kemampuan satu sama lain sehingga tercipta kerja sama yang semakin solid,” ujarnya.
SGS 2026 diikuti 4.743 personel dari 21 negara kawasan Indo-Pasifik.
Negara-negara yang terlibat yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Perancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. (YKP)

