Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Super Garuda Shield 2026, Black Hawk Dikerahkan Evakuasi Prajurit Terluka
Regional

Super Garuda Shield 2026, Black Hawk Dikerahkan Evakuasi Prajurit Terluka

alwiBy alwi04/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Latihan Air Medevac di Super Garuda Shield 2026. (Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kemampuan evakuasi medis prajurit menjadi salah satu materi yang diuji dalam latihan gabungan multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD, Kecamatan Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.

Dalam simulasi tersebut, seorang prajurit yang digambarkan mengalami luka di medan operasi mendapat pertolongan pertama sebelum dievakuasi ke rumah sakit lapangan. Setelah mendapatkan penanganan awal, prajurit tersebut kemudian dipindahkan menggunakan helikopter Black Hawk menuju fasilitas kesehatan rujukan.

Selama proses penerbangan, kondisi pasien terus dipantau dan mendapatkan penanganan dari tenaga medis hingga tiba di fasilitas kesehatan tujuan.

Baca juga :   Antipasi Karhutla, Pemkot Palembang Siagakan Posko di Setiap Kecamatan

Latihan Air Medical Evacuation (Air Medevac) itu melibatkan tenaga kesehatan TNI bersama personel militer dari Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Jepang.

Kepala Bidang Penerangan Internasional Pusat Penerangan TNI Kolonel Inf Dedi Akhiruddin mengatakan, latihan tersebut bertujuan menguji kesiapan unsur kesehatan dalam memberikan dukungan selama operasi gabungan multinasional.

“Latihan Air Medevac ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan kemampuan tenaga medis dalam memberikan penanganan kepada prajurit yang mengalami kondisi darurat di medan operasi,” ujar Dedi dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (3/9/2026).

Baca juga :   Tidak Diberi Uang, Empat Remaja di Lubuklinggau Aniaya Pelajar SMA

Menurut dia, seluruh tahapan mulai dari pertolongan pertama, evakuasi menuju rumah sakit lapangan hingga pemindahan pasien menggunakan helikopter dilakukan secara terpadu.

Dedi menilai kemampuan evakuasi medis menjadi aspek penting dalam sebuah operasi. Keselamatan dan kondisi kesehatan personel harus tetap menjadi perhatian meskipun prajurit tengah menjalankan tugas di medan operasi.

Latihan tersebut sekaligus menguji koordinasi antara unsur darat, udara, dan kesehatan. Setiap unsur dituntut mampu menjalankan tugasnya secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur.

Baca juga :   Aktivis Desak Pemerintah Tanggung Jawab Terhadap Korban Jalan Rusak!

“Yang kita latihkan bukan hanya kemampuan medis, tetapi juga bagaimana setiap unsur dapat bekerja secara terpadu. Koordinasi dan komunikasi menjadi kunci sehingga setiap tahapan evakuasi dapat dilaksanakan secara efektif dan aman,” katanya.

Dedi menjelaskan, skenario Air Medevac memberikan gambaran mengenai integrasi dukungan kesehatan dengan unsur lain dalam pelaksanaan operasi gabungan.

“Setiap personel dituntut memahami peran masing-masing sehingga proses pertolongan hingga evakuasi dapat berlangsung sesuai prosedur dan standar operasi yang telah ditentukan,” ujarnya.

Baca juga :   TBC Kambuh, Warga Riau Meninggal Dunia dalam Bus di Musi Rawas

Selain evakuasi medis udara, SGS 2026 di Martapura juga diisi dengan latihan survival yang melibatkan prajurit TNI, US Army, dan Australia.

Dalam materi tersebut, para prajurit dilatih menghadapi situasi ketika harus bertahan hidup dalam kondisi terbatas di medan operasi. Sejumlah kemampuan seperti navigasi, pengamatan medan, komunikasi, dan pengambilan keputusan turut diasah.

Latihan dilakukan dengan menghadapkan prajurit pada kondisi medan yang menyerupai situasi operasi sebenarnya.

Baca juga :   3 Juli, Ratusan Jemaah Haji Asal Muara Enim Dijadwalkan Tiba Tanah Air

Materi lainnya berupa Field Training Exercise (FTX) patroli. Pada latihan ini, prajurit menerapkan berbagai taktik dan teknik patroli sekaligus mengasah kemampuan bekerja dalam tim.

“Melalui latihan survival dan patroli, prajurit dituntut mampu menguasai teknik bertahan hidup, navigasi, pengamatan medan, komunikasi, serta taktik dan teknik patroli. Semua kemampuan tersebut dibutuhkan untuk membangun kesiapan fisik, mental, dan profesionalisme prajurit,” kata Dedi.

Menurutnya, latihan bersama negara mitra juga menjadi kesempatan bagi prajurit untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan membangun kerja sama lintas militer.

Baca juga :   Ruben Onsu Minta Jordi 'Napak Bumi', Singgung Perjuangan Saat Masih Yatim Piatu

“Super Garuda Shield menjadi sarana untuk meningkatkan interoperabilitas, komunikasi, dan kerja sama antarnegara. Dengan latihan bersama seperti ini, masing-masing personel dapat memahami prosedur dan kemampuan satu sama lain sehingga tercipta kerja sama yang semakin solid,” ujarnya.

SGS 2026 diikuti 4.743 personel dari 21 negara kawasan Indo-Pasifik.

Negara-negara yang terlibat yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Perancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. (YKP)

Air Medevac Black Hawk Latihan gabungan militer Super Garuda Shield 2026
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSumsel Makin Panas! Perubahan Iklim atau Karhutla Ulah Manusia?
Next Article Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan Palembang Dorong Peserta Jadi Lebih Berdaya
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,873 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,744 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,719 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?