Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Dua Daratan Baru Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Regional

Dua Daratan Baru Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Ini Penjelasan Ilmiahnya

RiyadiBy Riyadi28/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Dua daratan baru menyerupai pulau kecil muncul di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau setelah gunung api tersebut mengalami erupsi. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Dua daratan baru terdeteksi di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, setelah rangkaian erupsi yang terjadi pada awal September 2026.

Kemunculan dua daratan tersebut berada di sektor barat laut dan tenggara tubuh Gunung Anak Krakatau.

Fenomena itu kemudian ramai disebut sebagai “cucu Krakatau”. Namun, secara ilmiah, kedua daratan tersebut belum dapat dipastikan sebagai pulau baru maupun gunung api baru.

Baca juga :   Rapat Banggar DPRD OKU Ricuh, Anggota Dewan Saling Dorong

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi keberadaan dua daratan tersebut berdasarkan laporan pelaut dan relawan serta hasil analisis citra satelit Sentinel hingga 23 September 2026.

Daratan pertama terdeteksi di sektor barat laut, sekitar 760 meter dari pesisir tubuh Anak Krakatau.

Sementara daratan kedua berada di sektor tenggara, sekitar 495 meter dari pesisir Anak Krakatau.

Baca juga :   KAI Divre III Palembang Catat Angka Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Turun 52 Persen

Jika ditarik garis lurus, kedua daratan tersebut berada pada arah barat laut-tenggara, dengan kawah utama Anak Krakatau berada di antara keduanya.

Pakar kegempaan dan tsunami Daryono mengatakan, keberadaan dua daratan tersebut perlu dikaji menggunakan data geologi dan vulkanologi yang lebih lengkap sebelum dapat disimpulkan sebagai pulau baru.

“Secara sains kita belum boleh buru-buru menyebutnya dua pulau baru, apalagi ‘cucu Krakatau’,” kata Daryono, Kamis (24/9/2026).

Baca juga :   Buruan Daftar! Kuota Program Mudik Gratis via Kereta Api Sudah Terisi 64 Persen

Menurut Daryono, salah satu kemungkinan adalah kedua daratan tersebut terbentuk akibat akumulasi material vulkanik hasil erupsi.

Material yang dikeluarkan saat erupsi dapat terbawa hingga ke wilayah perairan dangkal dan kemudian menumpuk hingga muncul di atas permukaan laut.

Dengan kondisi tersebut, kemunculan daratan tidak serta-merta menunjukkan adanya pembentukan dua gunung api baru.

Baca juga :   Pelaksanaan SPMB Dapat Sorotan, DPRD Pagaralam Minta Jangan Ada Praktek Ordal

Badan Geologi menyebut kemunculan dua daratan tersebut diduga berkaitan erat dengan aktivitas erupsi menerus Gunung Anak Krakatau pada 4-6 September 2026.

Erupsi berlangsung sekitar 25 jam dan menghasilkan material vulkanik yang kemudian mengubah bentuk tubuh gunung.

Meski demikian, Badan Geologi masih membutuhkan data terbaru serta analisis dan kajian lebih lanjut untuk memastikan proses pembentukan kedua daratan tersebut.

Baca juga :   Dua Daratan Baru Muncul di Sekitar Anak Krakatau, PVMBG Ungkap Penyebabnya

Kajian tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah kedua daratan merupakan pusat erupsi baru atau hanya akumulasi material hasil erupsi sekunder.

Selain munculnya dua daratan, tubuh Gunung Anak Krakatau juga mengalami perluasan.

Badan Geologi mencatat aktivitas erupsi pada awal September menghasilkan aliran lava yang menambah luas tubuh gunung hingga sekitar 32,8 hektare.

Baca juga :   Usai Erupsi Besar, Fenomena Telur Ceplok Muncul di Anak Krakatau

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kemudian menunjukkan kecenderungan menurun.

Kondisi tersebut membuat Badan Geologi menurunkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) sejak 21 September 2026 pukul 18.30 WIB.

Meski statusnya telah diturunkan, masyarakat, wisatawan, dan pendaki tetap dilarang melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Baca juga :   Gubernur Sumsel Sebut OKU Selatan Sudah Jadi Destinasi Wisata Diakui Nasional

Karena itu, istilah “cucu Krakatau” yang beredar di masyarakat belum dapat digunakan sebagai istilah ilmiah.

Dua daratan tersebut memang telah terdeteksi, tetapi asal-usul, proses pembentukan, dan karakteristik geologinya masih membutuhkan kajian lebih lanjut.[YKP]

Daratan Baru Krakatau Penjelasan Ilmiah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTiga Hari Operasi Sikat I Musi, Ratusan Pelaku 3C dan Preman Ditangkap
Next Article Tangis Histeris Wike Saat Buaya Peliharaannya Dievakuasi KKP, Coki Dipindahkan ke Ogan Ilir
Riyadi

Related Posts

Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202615 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Regional

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,972 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,843 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,816 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?