RELUNG.ID – Seorang warga sekaligus mantan Ketua DPRD Morowali, Irwan Arya, melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan perbuatan curang terkait penjualan buku berjudul Gibran End Game.
Laporan tersebut diajukan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Jumat (24/4/2026) malam dan telah teregister dengan nomor LP/B/2052/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Irwan mengaku merasa dirugikan setelah membeli buku tersebut dalam jumlah puluhan eksemplar. Ia awalnya berencana membeli hingga 200–300 buku, namun baru melakukan pembayaran untuk 60 buku dengan total nilai sekitar Rp6 juta.
Pembelian dilakukan saat kegiatan car free day di kawasan Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, pada Januari 2026. Saat itu, Irwan tertarik dengan isi buku yang ditulis oleh Rismon.
Namun, kekecewaan muncul setelah adanya pernyataan dari pihak penulis yang menyebut bahwa isi buku tersebut tidak benar. Pernyataan itu, menurut Irwan, membuatnya merasa tertipu sehingga memilih menempuh jalur hukum.
“Karena merasa dirugikan, saya membuat laporan dan sudah diterima oleh pihak kepolisian,” ujar Irwan.
Dalam laporannya, Irwan menyertakan dugaan pelanggaran Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dan/atau Pasal 486 KUHP terkait tindak pidana penipuan. Ia berharap laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan penyidikan.
Hingga berita ini diturunkan, Rismon Hasiholan Sianipar belum memberikan tanggapan resmi atas laporan yang dilayangkan kepadanya.
Kasus ini menambah daftar polemik yang melibatkan Rismon. Sebelumnya, ia juga sempat terseret dalam perkara terkait tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dalam perkembangan terbaru, status tersangka dalam perkara tersebut telah dihentikan melalui penerbitan SP3 oleh kepolisian.
Selain itu, kritik juga datang dari Roy Suryo yang menyoroti latar belakang akademik Rismon, termasuk gelar yang diklaim diperoleh dari Universitas Yamaguchi, Jepang.
Kini, laporan dugaan penipuan buku Gibran End Game menjadi fokus baru yang tengah ditangani aparat penegak hukum. (vid)

