Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»El Nino Menguat, Sumsel Masih Dibayangi Ancaman Karhutla hingga Oktober
Regional

El Nino Menguat, Sumsel Masih Dibayangi Ancaman Karhutla hingga Oktober

alwiBy alwi01/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Foto: Asap tebal membumbung di lokasi Karhutla Pangkalan Lampam. (Dok. BPBD Sumsel)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena El Nino kini telah memasuki kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat, sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Sabtu 8 April, Sebagian Sumsel Hujan dan Berpotensi Banjir

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengatakan puncak musim kemarau di wilayah Sumsel diprediksi terjadi pada Agustus hingga September. Sementara itu, musim kemarau diperkirakan baru berakhir pada pertengahan Oktober 2026.

“El Nino saat ini sudah berada pada kategori kuat dan masih berpotensi meningkat menjadi sangat kuat. Namun berdasarkan analisis BMKG, kondisi kemarau tahun ini diprakirakan tidak akan sekering kejadian ekstrem pada 1997 maupun 2015,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Meski peluang hujan masih ada, menurutnya intensitas yang diperkirakan turun relatif rendah sehingga belum mampu menekan potensi munculnya titik panas secara signifikan.

Baca juga :   Jelang Nataru, Tiket Kereta di Divre III Palembang Hampir Habis, Bukit Serelo Tersisa 5 Persen

“Kemarau diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Oktober. Hujan masih mungkin terjadi, tetapi belum cukup efektif untuk menghentikan kemunculan hotspot,” katanya.

BMKG juga mencatat masih terdapat sejumlah wilayah di Sumatera Selatan yang mengalami hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 40 hari.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat kekeringan di beberapa daerah masih cukup tinggi meskipun hujan sempat mengguyur wilayah Sumsel pada akhir Juli.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Hari Ini, Sembilan Daerah Diminta Waspada Jelang Lebaran Idulfitri

Dirinya menjelaskan hujan yang terjadi pada 19 hingga 30 Juli dipengaruhi oleh pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dampaknya, rangkaian hari tanpa hujan di sebagian besar wilayah sempat terputus sehingga kini mayoritas daerah mencatat HTH berkisar enam hingga sepuluh hari.

“Namun, secara klimatologis kondisi tersebut belum cukup untuk mengubah karakter musim kemarau tahun ini. BMKG mencatat akumulasi curah hujan sepanjang Juli 2026 di sebagian besar wilayah Sumsel masih berada di bawah normal atau lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis,”kata dia.

Kondisi itu menjadi sinyal bahwa ancaman karhutla belum berakhir. Lahan yang mulai mengering, ditambah suhu udara yang tinggi dan minimnya curah hujan, berpotensi memicu munculnya titik api baru apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Hari Ini di Sumsel, Palembang Berpotensi Berawan

“Karena itu, kami mengimbau masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau berlangsung,” tutupnya. (THQ)

BMKG Sumsel El Nino Karhutla Oktober
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHarga Pertamax di Sumsel Turun, Mulai Berlaku 1 Agustus 2026
Next Article Terpeleset Saat Terjun, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kelingi Lubuklinggau
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,881 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,753 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,728 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?