RELUNG.ID – Kebutuhan pokok kini mulai mengalami kenaikan di Kota Pagar Alam.
Hal ini dikeluhkan emak-emak lantaran dinilai memberatkan terutama bagi masyarakat kota Pagar Alam yang berpenghasilan rendah.
Yusnati (40) salah seorang ibu rumah tangga menuturkan saat ini membawa uang seratus ribu belanja ke pasar tradisional terasa tidak ada nilainya
Hal ini disebabkan harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng,rempah rempah hingga sayur mayur mulai mengalami lonjakan harga.
“Harga barang di pasar sekarang naik semua saya bawa uang seratus ribu cuma bisa dapat minyak sekilo,cabe dan bawang sedkit,telur beberapa biji serta sayur beberapa ikat saya sisanya unruk ongkos ojeg bolak balik,”keluhnya
Menurutnya sebagai ibu tumah tangga yang tidak bekerja sementara suaminya yang hanya bekerja serabutan kondisi ini sangat memberatkan perekonomian keluarganya
Di tambah beban biaya pendidikan dua orang anaknya yang tidak bisa terelakkan membuat Yusna harus memutar otak untuk mensiasati pengeluaran harian keluarganya.
“Suami saya kerja serabutan kadang jadi tukang bangunan kadang jadi buruh petik atau pembersih kebun yang penghasilannya tidak tentu dan punya dua anak satu sekolah dasar satu lagi mau masuk SMA untuk biaya sekolah kadang serng terpaksa pinjam kesana sini,”tuturnya dengan raut muka sedih Kamis (11/6/2026).
Hal serupa di tuturian Melinda (30) karyawan swasta ini pun mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok di pasaran.
Dengan gaji yang relatif kecil ia pun harus mengeluarkan cukup banyak uang untuk membeli kebutuhan pokok di tambah biaya hidup sehari hari seperti tranfortasi dan lainnya.
“Saya yang karyawan saja mengeluh dengan kondisi harga harga di pasar apalagi orang lain yang tidak punya penghasilan tetap,” ujarnya.
Sementara itu para pedagang di pasar tradisional kota Pagar Alam mengakui kenaikan harga barang bukan di pengaruhi kelangkaan tapi karena kenaikan ongkos kirim serta beberapa faktor ekonomi nasional lainnya.
“Sekarang solar sulit jadi untuk mendatangkan barang ini suplier mengaku terpaksa membeli solar pertamina dex yang harganya lebih mahal itu juga menyebabkan harga barang ikut naik,”ujar Wartono salah seorang pemilik toko di kelontong. (TFK)

